PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai gelaran Pentas Budaya dan Santunan Anak Yatim yang digelar di Sanggar Tari HW, Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Acara yang dihadiri ratusan warga ini mendapat dukungan penuh dari Rizal Bawazier sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus kegiatan sosial, Jumat 3 Juli 2026, malam.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan doa, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Kendalsari Siswantoro, pimpinan Sanggar Tari HW Nur Hesom, tokoh masyarakat, para pelaku seni, hingga perwakilan partai politik.
Ketua Sanggar Tari HW, Nur Hesom, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang menurutnya telah menjadi agenda rutin berkat dukungan Rizal Bawazier.
“Alhamdulillah, ini sudah berlangsung delapan kali. Kehadiran Pak Rizal menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan seni tari daerah. Anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga memiliki panggung untuk menampilkan hasil belajar mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pentas budaya kali ini diikuti oleh lima sanggar tari dari Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan, yakni Sanggar HW Kendalsari, Sanggar Sekar Kinanti Muncang, Sanggar Kembang Sepasang Pendowo, Sanggar Sakanti Kelarean, serta Sanggar Katresnan dari Desa Bebel.
Selain pertunjukan seni, panitia juga memberikan santunan kepada delapan anak yatim dari Desa Kendalsari dan Tegalsari Barat.
Kepala Desa Kendalsari, Siswantoro, mengapresiasi kepedulian Rizal Bawazier terhadap pelestarian budaya Jawa di desanya. Menurutnya, keberadaan sanggar seni menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Rizal Bawazier yang terus mendukung pelestarian budaya di desa kami. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berkembang dan ke depan dapat digelar lebih besar sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati kesenian tradisional,” katanya.
Ia juga berharap perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan desa terus meningkat, mengingat keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah desa saat ini.
Sementara itu, perwakilan Ketua DPC PKS Kecamatan Petarukan turut menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah direalisasikan melalui aspirasi Rizal Bawazier. Ia menilai dukungan terhadap UMKM maupun kegiatan sosial telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rizal Bawazier menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kesenian tradisional tidak boleh kalah oleh perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini harus terus kita jaga. Budaya adalah identitas bangsa. Jangan sampai anak-anak kita melupakan seni tradisi. Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kita dukung,” ujar Rizal.
Ia bahkan membuka peluang menggelar pertunjukan budaya yang lebih besar pada kesempatan berikutnya, termasuk pentas wayang kulit sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Jawa.
Tak hanya memberikan sambutan, Rizal juga menyerahkan santunan secara langsung kepada delapan anak yatim yang hadir. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Suasana semakin meriah ketika Rizal mengadakan kuis berhadiah uang tunai bagi anak-anak yang hadir. Pertanyaan-pertanyaan ringan disambut antusias, membuat acara berlangsung penuh keceriaan dan tawa.
Pentas budaya yang menampilkan berbagai tarian tradisional dari lima sanggar tersebut menjadi puncak acara. Penampilan para penari muda mendapat apresiasi meriah dari masyarakat yang memadati lokasi sejak sore hingga malam hari.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap sinergi antara pemerintah, wakil rakyat, komunitas seni, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga pelestarian budaya lokal berjalan beriringan dengan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi warga. (Darmo)

