Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia) Kabipaten Sukabumi menggelar audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi untuk membahas berbagai persoalan sektor perikanan sepanjang 2025 hingga 2026.
Pertemuan berlangsung Kamis 2 Juli 2026 itu dihadiri lima kepala bidang (kabid), namun tanpa kehadiran Kepala Dinas Perikanan.
Dalam forum tersebut, para kabid memaparkan kondisi sektor perikanan, mulai dari budidaya, perikanan tangkap, pengolahan hasil hingga perencanaan program.
Meski mengapresiasi keterbukaan jajaran dinas, MIO menilai sejumlah persoalan strategis belum memperoleh jawaban karena tidak dihadiri oleh pengambil kebijakan tertinggi.
Sejumlah isu yang menjadi sorotan di antaranya nasib nelayan Benih Bening Lobster (BBL), kelangkaan solar bersubsidi bagi nelayan, hingga belum optimalnya dukungan anggaran untuk sektor perikanan.
MIO Sukabumi menilai program transisi nelayan dari penangkap benih menjadi pembudidaya perlu dibarengi dengan skema bantuan ekonomi selama masa budidaya agar tidak membebani masyarakat pesisir.
Selain itu, keluhan nelayan terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi juga menjadi perhatian.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan biaya operasional melaut dan berdampak pada menurunnya kesejahteraan nelayan. MIO juga meminta adanya sinkronisasi kebijakan antara Dinas Perikanan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar program yang telah direncanakan dapat direalisasikan.
Forum juga membahas berbagai tantangan lain, seperti penurunan salinitas air saat musim hujan, maraknya pencurian hasil budidaya, keterbatasan pasokan listrik di kawasan pesisir, hingga minimnya fasilitas penyimpanan ikan atau cold storage yang berdampak pada anjloknya harga saat panen raya.
Di sisi lain, MIO Sukabumi menyatakan siap mendukung Dinas Perikanan melalui edukasi dan publikasi potensi sektor perikanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, MIO berharap pertemuan lanjutan dapat menghadirkan langsung Kepala Dinas Perikanan bersama BPKAD agar pembahasan menghasilkan keputusan yang lebih konkret.
Menurut MIO, sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu kekuatan utama Kabupaten Sukabumi yang memerlukan kebijakan tepat sasaran, sehingga berbagai persoalan nelayan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata di lapangan. (Irma)
Sumber
Humas MIO Sukabumi
