Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Sri Dewi Anggraini, melaksanakan kegiatan Reses III Masa Sidang Tahun 2025-2026 di wilayah Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan ini, dikatakan Sri Dewi, menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat, untuk menyerap berbagai aspirasi serta kebutuhan pembangunan di daerah.

Dalam pelaksanaan reses tersebut, berbagai elemen masyarakat hadir menyampaikan masukan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, petani, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Aspirasi yang dihimpun mencerminkan beragam kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat, mulai dari wilayah Lembang, Ngamprah, Padalarang, Cipongkor, Sindangkerta, Rongga hingga Gununghalu.

Sri Dewi Anggraini menegaskan, reses merupakan momentum penting untuk mendengarkan secara langsung suara masyarakat, yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan program dan kebijakan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Hijaukan Masa Depan Bersama, Koramil 1211/Singaparna Gelar Penanaman Bibit Pohon

“Reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, tetapi menjadi sarana untuk memastikan suara masyarakat tersampaikan, dan menjadi bagian dari proses pembangunan,” ujar Anggota Komisi II Bidang Pertanian DPRD Jabar ini, Rabu 10 Juni 2026.

Dalam reses itu, Legislator PKS yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten Bandung Barat, memastikan akan mengawal aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Aspirasi warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung Barat akan kami kawal, agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar Sri Dewi.

Sejumlah isu yang mengemuka dalam dialog antara lain peningkatan kualitas infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian dan peternakan, pemberdayaan UMKM, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga kebutuhan dukungan bagi generasi muda dalam pengembangan keterampilan dan lapangan kerja.

Baca Juga:  BPD Cikampek Utara Nyatakan Siap Gelar Pilkades Serentak

Kegiatan reses berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.