PEMALANG,MEDIASERUNI.ID – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) 2026 terasa begitu semarak di Alun-alun Kabupaten Pemalang, Kamis (23/7/2026). Ribuan anak dari jenjang PAUD hingga SMA memadati lokasi untuk mengikuti Festival Sayang Anak yang digelar Pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai puncak peringatan HAN tingkat kabupaten.

Suasana hangat sudah terasa sejak awal acara. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Sekretaris Daerah Bagus Sutopo, Wakil Ketua DPRD Aris Ismail, serta para siswa SDN 01 Pelutan ikut bermain egrang. Di sisi lain, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang dr. Noor Faizah Maenofie juga larut dalam keceriaan saat memainkan permainan bakiak bersama siswa SDN 02 Kebondalem.

Dalam sambutannya, Bupati Anom menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak merupakan investasi masa depan bangsa yang harus mendapatkan perlindungan, pendidikan, serta kasih sayang yang optimal.

“Anak-anak adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya,” ujar Anom.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai ancaman terhadap anak, mulai dari kekerasan, diskriminasi, hingga dampak negatif perkembangan teknologi digital. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pemalang terus memperluas layanan perlindungan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), layanan konseling, pendampingan psikologis, serta Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang kini telah tersedia di Kecamatan Ulujami, Comal, Pulosari, dan Randudongkal.

Baca Juga:  Bey Machmudin Panen Bawang Merah di Bekasi, Dorong Produksi Bawang Merah Jabar Ditingkatkan

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap hak anak, Pemkab Pemalang juga menyiapkan jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2027/2028 bagi anak-anak korban kekerasan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan.

Kepala Dinas Sosial, KBPP Kabupaten Pemalang, Mu’minun, menjelaskan bahwa Festival Sayang Anak tahun ini mengusung subtema “Stop Perkawinan Anak, Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian.” Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa anak-anak berhak menikmati masa kecilnya, memperoleh pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari praktik perkawinan usia dini.

Festival turut dimeriahkan Senam Massal Anak Indonesia Hebat yang diikuti sekitar 3.000 peserta, pengukuhan Forum Anak Kabupaten Pemalang, penyerahan bantuan perlengkapan sekolah, hingga beragam pertunjukan seni dari pelajar. Selain itu, pemerintah bersama sejumlah mitra juga menghadirkan berbagai program khusus berupa potongan harga di restoran, layanan transportasi gratis, dan diskon tiket wisata bagi anak-anak selama peringatan Hari Anak Nasional.

Baca Juga:  Genangan Air Misterius di Depan Delonk Mart Dikeluhkan Warga, Curiga Sumbernya dari Drainase Tertutup Beton

Keceriaan semakin lengkap dengan penampilan doa-doa santri PAUD Al-Qur’an Ash Shiddiq Beji, karawitan SDN 01 Penggarit, Tari Brendung Cinguwin SDN 03 Pendowo, Tari Sibar-bar SDN 02 Karangtengah, pantomim SDN 05 Petarukan, mini drama Forum Anak Kabupaten Pemalang, hingga tari kreasi dari SMPN 02 Pemalang. Salah seorang peserta karawitan, Nayla, mengaku bangga dapat tampil di hadapan ribuan peserta dan berharap semakin banyak anak Pemalang yang mencintai seni sekaligus terus berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.