Kota Bandung, MEDIASERUNI.ID – Paguyuban Asep Dunia (PAD) kembali menggelar agenda akbar dua tahunan, Konferensi Asep Asep (KAA) ke-7, di Bandung, Sabtu 7 November 2026. Ajang bergengsi ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali persaudaraan sesama pemilik nama Asep dari seluruh penjuru Nusantara hingga mancanegara.
Mengusung motto Ti Asep Ku Asep Keur Indonesia KAA ke-7 tidak hanya sekadar ajang temu kangen, melainkan wadah transformasi kolektif untuk menebar kontribusi nyata di berbagai sektor, mulai dari sosial-budaya, ekonomi, hingga pendidikan.
Presiden Paguyuban Asep Dunia (2025–2030), Asep Jaelani, menegaskan bahwa nama “Asep” bukan sekadar identitas diri, melainkan simbol kebersamaan yang sarat nilai filosofis Sunda, yakni Agama Santun Empati dan Pesona.
“Konferensi Asep Asep bukan sekadar ajang kumpul-kumpul unik, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan wadah persatuan yang membawa kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas,” ujar Asep Jaelani.
Ketua Pelaksana (OC) KAA ke-7, Dr. Asep Sukendar, M.Pd., menyampaikan seluruh jajaran panitia telah mempersiapkan helatan ini secara maksimal demi kenyamanan dan kelancaran ribuan peserta yang hadir.
Rangkaian acara utama KAA ke-7 meliputi Silaturahmi Akbar & Temu Kangen Nasional: Ajang perjumpaan ribuan pemilik nama Asep lintas profesi dan daerah. Penganugerahan HC Asep: Penghargaan khusus bagi tokoh di luar pemilik nama Asep yang berjasa, peduli, dan menjadi teladan bagi PAD, dan Seminar Nasional Asep Bersatu Indonesia Maju: Diskusi inspiratif bersama para tokoh nasional dan internal PAD.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan Bazaar UMKM & Ekonomi Kreatif: Ruang promosi produk unggulan anggota PAD dan pelaku UMKM lokal. dan Panggung Hiburan: Pergelaran seni dari perwakilan anggota PAD dan Persatuan Istri Paguyuban Asep Dunia (PIPAD).
Sekilas Perjalanan Paguyuban Asep Dunia
Sementara itu, Dewan Pembina DPP PAD sekaligus Ketua Pengarah (SC), H. Asep Ruslan MS, S.Hut, pria akrab disapa Kang Asep, mengenang kembali sejarah berdirinya gerakan sosial ini. PAD pertama kali didirikan di Jakarta pada 1 Agustus 2010 oleh Asep Iwan Gunawan, Asep Kambali, Asep Bambang Fauzi, Asep RS, dan Asep Dudi.
Ia berharap perhelatan akbar ini mampu melahirkan gagasan-gagasan positif demi menjaga keharmonisan masyarakat serta memperkuat persatuan bangsa. “Terus jaga kekompakan, junjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, dan berikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat, Indonesia, hingga dunia. Salam PAD, Ti Asep ku Asep keur Indonesia!” pungkas Kang Asep. (*)
