PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Aspirasi pembukaan akses pintu tol di kawasan Paduraksa, Kabupaten Pemalang, kembali diperjuangkan. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, H. Rizal Bawazier, melakukan rapat dengan Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Jumat (16/10/2026), guna membahas usulan pembukaan pintu tol di KM 306–307 Paduraksa, Pemalang.

Usulan tersebut dinilai strategis karena berpotensi membuka akses transportasi yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya warga Pemalang bagian selatan dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rizal Bawazier menyampaikan bahwa pembukaan akses tol di kawasan Paduraksa–Sewaka Pemalang diharapkan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi wilayah-wilayah di sebelah selatan Pemalang.

Menurutnya, keberadaan akses tol yang lebih dekat dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Pangkas Jarak, Buka Peluang Ekonomi

Rizal menilai, apabila usulan tersebut dapat direalisasikan, manfaatnya berpotensi dirasakan oleh masyarakat Pemalang selatan hingga sejumlah daerah lain, seperti Banyumas, Purbalingga, wilayah selatan Tegal, dan Cilacap.

Baca Juga:  Kerusuhan Warnai Demonstrasi Tolak RUU Pilkada di Depan Gedung DPR RI

Akses yang lebih mudah menuju jalan tol diharapkan dapat menunjang perjalanan masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya transportasi.

Dari sisi ekonomi, konektivitas yang semakin baik juga berpotensi membuka peluang bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan yang selama ini membutuhkan akses lebih efektif menuju jaringan jalan tol.

Bagi Pemalang, usulan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama agar wilayah selatan memperoleh manfaat yang lebih besar dari keberadaan jaringan jalan tol.

Perjuangan Infrastruktur Butuh Kajian dan Dukungan Pemerintah

Meski demikian, pembukaan pintu tol baru tentu memerlukan kajian menyeluruh, mulai dari aspek teknis, keselamatan lalu lintas, kelayakan ekonomi, kebutuhan lahan, hingga dampaknya terhadap jaringan jalan di sekitarnya.

Karena itu, pembahasan bersama Direktorat Bina Marga Kementerian PU menjadi salah satu tahapan penting untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong kajian lebih lanjut terhadap usulan tersebut.

Realisasi akses tol baru juga membutuhkan keputusan dan koordinasi dari pihak-pihak berwenang, sesuai dengan ketentuan serta perencanaan pembangunan infrastruktur jalan tol yang berlaku.

Baca Juga:  PLN Mobile Proliga 2024 Jaring Atlet Voli Indonesia Kelas Dunia

Masyarakat kini berharap aspirasi pembukaan pintu tol KM 306–307 Paduraksa dapat ditindaklanjuti secara serius, sehingga peluang peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Pemalang dapat dikaji secara konkret.

Jika nantinya dinilai layak dan memperoleh persetujuan, akses tersebut berpotensi menjadi salah satu pengungkit pembangunan daerah, sekaligus memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat Pemalang dan wilayah sekitarnya.

Catatan: Usulan pembukaan pintu tol ini masih perlu ditindaklanjuti melalui proses kajian dan persetujuan pihak berwenang. Belum dapat disimpulkan bahwa pembangunan atau pembukaannya telah disetujui maupun memiliki jadwal realisasi.