Karawang, MEDIASERUNI.ID – Kirab Budaya Sunda Napak Tilas Pajajaran sekaligus peringatan Hari Jadi Tatar Sunda yang ditetapkan pada 18 Mei di Karawang mengalami perubahan rute.

Sebelumnya, direncanakan dimulai dari Universitas Horizon menuju Kantor Pemda Karawang. Namun kini, titik keberangkatan dipindahkan ke Stasiun Karawang di Jalan Insinyur Juanda (Arif Rahman Hakim) dan berakhir di kawasan Masjid Agung Syeh Quro.

Perubahan rute ini juga mempertimbangkan faktor keselamatan di sekitar jalur perlintasan kereta api. Panitia ingin menghindari kemacetan hingga potensi risiko kecelakaan selama iring-iringan kirab berlangsung di pusat Kota Karawang.

Perubahan tersebut mendapat apresiasi budayawan Karawang, Nace Permana. Menurutnya, rute baru dinilai lebih memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan Prabu Siliwangi dan perkembangan Islam di tanah Sunda.

Baca Juga:  Empat Hari Naik 104 Persen, Tinggi Animo Masyarakat Bayar Pajak Program Pemutihan

“Kawasan Masjid Agung Syeh Quro memiliki nilai historis dan spiritual yang lebih kuat dibanding rute sebelumnya. Lokasi itu juga berkaitan dengan sosok Syeh Qurotul Ain, tokoh penyebar Islam di Karawang,” ucap Nace, yang sebelumnya mengkritisi rute awal Universitas Horizon – Pemda Karawang.

Dari sejarah tersebut, dikenal pula nama Subang Larang, murid Syekh Quro yang kemudian menikah dengan Prabu Siliwangi. Dari keturunannya lahir tokoh besar Sunda seperti Walangsungsang, Rara Santang, hingga Sunan Gunung Jati.

Menurut Nace, kawasan Masjid Agung Syekh Quro menjadi simbol pertemuan sejarah budaya Sunda dan peradaban Islam, sehingga dianggap lebih tepat dijadikan titik akhir prosesi kirab budaya tahun ini.

Baca Juga:  Soal Kasus Sodomi di Telukjambe Timur, Komnas Perlindungan Anak Jabar Bilang Begini

Kirab dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 21.00 Wib. Kegiatan diawali dengan penampilan sajak dari budayawan Sunda, yakni Kang Ayi Kurnia dan Kang Godi Suwarna, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab resmi diberangkatkan.

Dalam arak-arakan Napak Tilas Pajajaran tersebut, Mahkota Binokasih yang diwariskan kepada Kerajaan Pajajaran dari Kerajaan Taruma Nagara, akan dibawa menggunakan kereta kencana, diiringi kuda yang ditunggangi Gubernur Jabar serta rencana keikutsertaan Bupati Karawang.

Selain itu, kemeriahan kirab juga akan diwarnai oleh penampilan tim kesenian khas Karawang seperti Jajangkungan, serta partisipasi tim kesenian dari 26 kabupaten/kota Sejawa Barat. (*)