Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Rumah Zakat melalui program Relawan Inspirasi memfasilitasi pendirian Saung Edukasi Maggot di Kampung Palayangan RW 05, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.
Saung ini dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi semua kalangan untuk mengenal budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan sampah organik, serta pemanfaatannya dalam mendukung kelestarian lingkungan.
Keberadaan Saung Edukasi Maggot diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga kelompok masyarakat yang tertarik mempelajari budidaya maggot.
Melalui pendekatan praktik langsung dan pembelajaran yang menyenangkan, masyarakat dapat memahami bagaimana maggot membantu mengurai sampah organik serta potensi manfaatnya.
Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Cihampelas, Aam Aminudin, selaku fasilitator kegiatan, menjelaskan bahwa pendirian saung tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan edukasi pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.
“Rumah Zakat memfasilitasi Saung Edukasi Maggot ini agar warga memiliki tempat belajar bersama. Di sini warga belajar bagaimana cara mengembangbiakkan maggot dan bagaimana maggot bekerja mengurai sampah organik,” ujar Aam, Selasa 13 Oktober 2026.
Menurut Aam, edukasi maggot tidak terbatas pada kelompok usia tertentu. Saung ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang ingin menambah pengetahuan, memperoleh pengalaman praktik, dan memahami pentingnya pengelolaan sampah organik secara tepat.
Ke depan, Saung Edukasi Maggot juga akan dikembangkan melalui kegiatan sosialisasi dan pengenalan maggot bagi anak-anak usia dini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui metode belajar sambil bermain.
“Insyaallah nanti akan ada sesi khusus untuk anak-anak, belajar sambil bermain, mengenal maggot sebagai pahlawan lingkungan. Ini bagian dari ikhtiar menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini,” jelasnya.
Selain sebagai sarana pembelajaran, budidaya maggot juga memiliki potensi untuk mendukung ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah organik. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Melalui fasilitasi Saung Edukasi Maggot ini, Rumah Zakat berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bijak, meningkatkan pengetahuan tentang budidaya maggot, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Saung Edukasi Maggot di Kampung Palayangan diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran terbuka bagi masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan di Desa Cihampelas dan sekitarnya. (dadan)
