Bandung, MEDIASERUNI – Meski secara umum inflasi terkendali, tim terus berupaya agar stok kebutuhan pokok tetap terjaga dan tak ada gejolak permintaan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman mengatakan itu, di Kota Bandung, Rabu 17 April 2024.

“Psikologis demand harus dijaga supaya tidak ada lonjakan permintaan yang berlebihan, karena ketika banyak permintaan maka akan dimanfaatkan oleh pedagang yang memanfaatkan keadaan,” kata Herman.

Selain itu, Herman menuturkan, pengawasan di pasar-pasar tradisional dan modern juga ditingkatkan untuk memastikan tak ada praktik harga tidak wajar atau penimbunan barang.

“Dilakukan pula koordinasi dengan produsen, pedagang, dan asosiasi konsumen untuk mencegah kenaikan harga yang tak wajar serta memastikan distribusi barang lancar dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus Remaja Sukabumi Meninggal Tragis Polisi Akhirnya Tahan Ayah Kandung Korban

Sekda Herman menambahkan, pemantauan harga komoditas pangan kabupaten/kota di Jabar pun terus dilakukan.

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjadi konsumen yang bijak dengan berbelanja tidak berlebihan, sesuai dengan kebutuhan.

Perlu disampaikan juga, inflasi di Jawa Barat secara umum aman terkendali. Situasi H+6 Idulfitri, pada Selasa 16 April 2024, toko dan pasar sudah mulai beroperasi seperti biasa.

Andil harga komoditas pangan terhadap inflasi masih sama dengan harga hari sebelumnya. Secara umum, harga komoditas pangan di Jabar masih sama dengan harga komoditas pada Selasa 16 April 2024.

Baca Juga:  Perkara Gugatan ASN, PTUN Semarang Menangkan Bupati Pemalang

Akan tetapi ada satu komoditas yang mengalami penurunan harga, yaitu cabai merah yang semula Rp 90.000 per kg menjadi Rp 73.000/kg. (Mds/*)