PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pemalang tahun 2026 semakin ketat. Dari total 538 peserta yang mendaftar, kini hanya tersisa 162 peserta yang berhasil lolos hingga tahap ketujuh.

Kegiatan seleksi ini dilaksanakan di Stadion Mochtar Sirandu pada Rabu (15/4/2026), dan diikuti oleh pelajar terbaik dari seluruh SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Pemalang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemalang, Joko Ngatmo, mengatakan seleksi ini merupakan agenda rutin tahunan dengan proses yang sangat ketat dan berlapis.

“Peserta ini merupakan siswa kelas 10 yang sebelumnya sudah diseleksi di tingkat sekolah masing-masing,” ujarnya.

Saat ini, para peserta tengah menjalani tes kesemaptaan atau uji fisik sebagai bagian dari tahapan seleksi. Dalam tes ini, peserta diuji melalui berbagai materi seperti lari, push up, sit up, dan shuttle run.

Baca Juga:  Terima SK DPP Partai Golkar, Asep Japar Resmi Calon Bupati Sukabumi

“Seleksi Paskibraka ini total ada sembilan tahap, dan sekarang sudah masuk tahap ketujuh. Dua tahap lagi akan menentukan siapa yang lolos,” jelasnya.

Berbagai tahapan seleksi yang harus dilalui peserta meliputi Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), tes parade, tes kesehatan, tes kepribadian, hingga wawancara.

Dari 162 peserta yang masih bertahan, nantinya akan dipilih 75 peserta terbaik untuk menjadi calon Paskibraka Kabupaten Pemalang.

Menurut Joko, kriteria seleksi tidak hanya dilihat dari kemampuan fisik dan intelektual, tetapi juga postur tubuh. Tinggi badan menjadi salah satu syarat utama, yakni untuk laki-laki minimal 170 cm hingga maksimal 180 cm, sedangkan perempuan minimal 165 cm hingga maksimal 175 cm.

Baca Juga:  Kepala Sekolah SMK 1 Tirtamulya Dorong Siswa untuk Terus Berinovasi

Selain itu, peserta juga harus memiliki postur tubuh ideal, termasuk kondisi kaki yang tidak berbentuk X maupun O.
“Semua proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif, sehingga benar-benar menghasilkan putra-putri terbaik Pemalang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pemalang pun berharap para peserta yang terpilih tahun ini dapat menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, serta mampu bersaing hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Tahun lalu ada dua peserta yang lolos hingga tingkat provinsi. Harapan kami tahun ini bisa lebih meningkat, bahkan sampai tingkat nasional,” pungkasnya.

Seleksi masih menyisakan dua tahap penentuan yang akan menjadi momen krusial bagi para peserta untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.