Bandung, MEDIASERUNI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait dugaan kasus pelecehan dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, terhadap sekretaris pribadinya.

Berdasarkan hasil investigasi awal Inspektorat Jabar, belum ada fakta atau temuan yang bisa diumumkan ke publik. Hal ini disebabkan seluruh pihak yang diperiksa membantah tuduhan tersebut.

“Hasil investigasi Inspektorat tidak ada yang bisa diumumkan karena semua pihak membantah dan tidak ada yang mengakui peristiwa itu,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jabar, Jumat 11 September 2026.

Meski Inspektorat belum menemukan bukti, Dedi menyadari isu ini terus menyita perhatian publik. Guna menghentikan polemik yang berlarut-larut, ia berencana mendatangi langsung Pemda Sumedang pada Senin mendatang.

Baca Juga:  Babinsa Desa Cisampih Koramil 0503/Kalijati Pelda Triyono Cek Sawah di Kampung Ciherang

Dedi menegaskan akan menemui Bupati, Wakil Bupati, istri, hingga sekretaris pribadi yang bersangkutan secara personal.

“Saya akan bicara dari hati ke hati, dari orang tua kepada anak atau adik-adiknya, supaya bisa mengambil kesimpulan secara langsung,” ungkap Dedi.

Di sisi lain, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menepis keras rumor yang beredar. Fajar memilih tidak ambil pusing dan menyebut kabar burung di media sosial tersebut tidak berdasar serta sarat muatan politik.

“Daripada sibuk klarifikasi A dan B, mending fokus bekerja. Saya ingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan narasi atau penggiringan opini yang sumbernya tidak jelas,” kata Fajar.

Baca Juga:  Pasca Banjir Di Bogor, Pangdam III/Siliwangi Kerahkan Prajurit Pasang Jembatan Bailey

Fajar juga memastikan bahwa sekretaris pribadinya sampai saat ini masih aktif bekerja seperti biasa di lingkungan Pemkab Sumedang. (*)