Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang berencana membangun tiga unit sekolah baru guna mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap akses pendidikan dasar dan menengah.

Tiga sekolah tersebut dua SMP Negeri di Kecamatan Purwasari dan Telukjambe Timur, serta satu SD Negeri di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek. “Wilayah yang menjadi target pembangunan tersebut memiliki potensi lulusan dan animo sekolah yang sangat tinggi,” kata Kabid Pendas Disdikbud Karawang Yanto, Jumat 11 September 2026.

​Di Kecamatan Purwasari, yang dikenal sebagai salah satu kawasan kantong pemukiman pendatang, jumlah sekolah menengah pertama negeri saat ini sangat terbatas. Kondisi ini membuat persaingan lulusan SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP Negeri menjadi sangat ketat.

​”Upaya pemerintah dalam memenuhi tingginya permintaan siswa untuk melanjutkan ke jenjang menengah pertama adalah dengan mendirikan sekolah baru. Di Purwasari memang ada sekolah swasta, tetapi tidak semua warga memiliki kemampuan finansial untuk menyekolahkan anaknya di sana,” ujar Yanto.

Baca Juga:  Rizal Bawazier Dorong Jalur Lingkar Utama Pekalongan, Solusi Permanen Atasi Macet dan Tekan Kecelakaan di Pantura

​Kondisi serupa dialami warga di Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur. Jumlah lulusan sekolah dasar di wilayah ini sangat tinggi, namun akses menuju sekolah negeri terdekat baik di Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, maupun ke pusat Kota Karawang tergolong cukup jauh.

​Meskipun di wilayah Telukjambe Timur berdiri beberapa sekolah swasta, seperti Sekolah Slamet Riyadi dan Mentari Ilmu, keterjangkauan biaya masih menjadi kendala utama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

​”Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami merencanakan pembangunan SMP Negeri di Purwadana sebagai solusi atas tingginya minat anak-anak di sana untuk melanjutkan sekolah,” kata Yanto.

​Sementara itu, pembangunan SD Negeri baru di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, diarahkan untuk mempermudah keterjangkauan akses dan biaya pendidikan dasar bagi warga setempat.

​Yanto menegaskan bahwa rencana ini telah melalui proses kajian mendalam dan musyawarah bersama para tokoh masyarakat setempat. Disdikbud Karawang juga melakukan verifikasi data terkait jumlah lulusan serta tingkat daya tampung sekolah yang ada.

Baca Juga:  Produksi Gabah Purwakarta Diprediksi Naik, Luas Tanam Padi Meningkat 2.823 Hektare

​”Kami meneliti secara detail berapa jumlah lulusan SD di sana dan berapa banyak anak yang tidak tertampung. Langkah ini penting agar kehadiran sekolah baru benar-benar memberikan dampak nyata. Jangan sampai sekolahnya dibangun, tetapi muridnya tidak ada,” tegas Yanto.

​Melalui penambahan tiga unit sekolah baru ini, Pemkab Karawang berharap dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah, serta meratakan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Karawang. (damar)