Karawang, MEDIASERUNI.ID – Upaya menekan angka putus sekolah terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Islam 12 Rabiul Awal di Purwasari, Karawang.

Yayasan ini menghadirkan program pendidikan gratis tanpa biaya SPP, mulai jenjang menengah hingga pendidikan kesetaraan. Program ini mencakup Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP, Madrasah Aliyah (MA) setara SMA, serta paket kesetaraan A, B, dan C.

Selain itu, yayasan juga membuka peluang pendidikan lanjutan melalui program perkuliahan kelas karyawan (P2K), dengan pilihan program studi ekonomi, pendidikan, dan hukum.

Kepala Sekolah MA Yayasan 12 Rabiul Awal, Acah Hendayani, S.Sos., mengatakan program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat terkendala biaya.

Ia berkomitmen membantu pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah. Melalui program sekolah gratis dan ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,

Baca Juga:  Tinjau Banjir Cimanggung Sekda Jabar Tekankan Pencegahan dan Solusi

Yayasan 12 Rabiul Awal juga memberi keringanan melalu subsidi. Bagi yang berminat untuk kuliah tidak usah pusing masalah biaya, hanya perlu sstu juta sudah bisa jadi mahasiswa.

“Pendaftaran Rp 1 juta, matrikulasi 250, UTS 250 dan UAS 350. Untuk gelombang pertama dimulai tanggal 1 April sampai 30 Juni 2026, gelombang kedua 1 Juli sampai 30 September 2026,” ungkapnya.

Untuk calon siswa yang mau mendaftar ddipersilahkan datang kesekolah mengisi formulir melampirkan paspoto, surat ketulusan, KTP, KK orang tua serta akta kelahiran.

Dia memaparkan bahwa Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Islam 12 Rabiul Awal memiliki moto 3 M, yang mana bisa memudahkan menyenangkan dan memotivasi.

Menurutnya, operasional pendidikan di yayasan tersebut saat ini mengandalkan sejumlah sumber pendanaan, di antaranya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP), serta bantuan dari program Karawang Cerdas.

Baca Juga:  Oknum Ketua Ormas di Sumut Terlibat Pembakaran Rumah Wartawan di Tanah Karo

Meski dengan keterbatasan anggaran, pihak yayasan tetap berupaya menjaga kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan layanan. Program kelas karyawan yang dibuka juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya, tidak hanya bagi siswa usia sekolah, tetapi juga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka,” tambahnya.

Dengan berbagai program tersebut, Yayasan Pendidikan Islam 12 Rabiul Awal diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi pendidikan inklusif di Kabupaten Karawang, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas. (Davi)