PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, M. Hanif Dhakiri, mengadakan program Gerakan Berdaya 2026 di Kabupaten Pemalang, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan tersebut menyasar tiga kecamatan sekaligus, yakni Comal, Ampelgading, dan Petarukan, dengan total penerima manfaat mencapai 1.500 keluarga.

Dalam program tersebut, masing-masing lokasi mendapatkan alokasi 500 paket sembako bersubsidi. Proses distribusi dilakukan secara serentak sejak pagi dengan mekanisme pendataan dan verifikasi penerima untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda reses yang dijalankan Hanif Dhakiri sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, terutama akibat naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

Dorong Masyarakat Lebih Mandiri
Mewakili Hanif Dhakiri, asisten pribadi sekaligus koordinator lapangan, Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa Gerakan Berdaya tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sosial semata.

Menurutnya, program tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi di tengah masyarakat.

“Bantuan sembako ini memang penting untuk membantu kebutuhan warga saat ini. Namun yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat dapat semakin kuat dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” ujar Wisnu saat menghadiri kegiatan di Ampelgading.

Ia menambahkan, pemilihan tiga kecamatan tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Mayoritas warga di daerah tersebut berprofesi sebagai petani, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro yang masih membutuhkan dukungan akses permodalan maupun pemasaran.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Terpilih Dapil X Jateng Rizal Bawazier Totalitas Siap Menangkan Mansur Hidayat Di Pilkada Pemalang

Tembus 35 Ribu Paket di Jawa Tengah
Wisnu mengungkapkan bahwa Gerakan Berdaya 2026 tidak hanya dilaksanakan di Pemalang. Secara keseluruhan, program serupa telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah dengan total sekitar 35 ribu paket sembako.

Setiap paket ditebus masyarakat dengan harga Rp90 ribu, sementara pendanaan program berasal dari anggaran yang disiapkan oleh Hanif Dhakiri.

“Harapannya bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Akan Disusul Pelatihan dan Pendampingan
Selain bantuan sembako, tim pelaksana juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha bagi warga penerima manfaat.

Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan produktif dan memperluas akses pasar bagi usaha yang dijalankan.

“Kami ingin bantuan ini menjadi awal dari program pemberdayaan yang lebih besar. Nantinya akan ada pelatihan dan pendampingan agar masyarakat memiliki peluang meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Wisnu.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, serta sektor swasta perlu diperkuat agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Distribusi Berjalan Tertib
Di Kecamatan Ampelgading, kegiatan distribusi turut melibatkan pengurus MWCNU, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan relawan setempat.

Untuk menghindari antrean panjang, panitia terlebih dahulu membagikan kupon kepada calon penerima sehari sebelum pelaksanaan. Saat pengambilan bantuan, warga diminta menunjukkan identitas diri berupa KTP dan kartu keluarga sebagai syarat verifikasi.

Baca Juga:  Pemkab Pemalang Resmikan Portal Satu Data, Dorong Transformasi Digital Pemerintahan

Salah seorang warga penerima bantuan mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia berharap ke depan kegiatan serupa tidak hanya berupa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan usaha masyarakat.

Menjangkau Wilayah Lain di Jateng X
Hanif Dhakiri melalui timnya menyatakan bahwa Gerakan Berdaya 2026 akan terus dilaksanakan di berbagai daerah lain yang masuk wilayah Daerah Pemilihan Jawa Tengah X.

Program tersebut akan difokuskan pada penguatan ekonomi keluarga, peningkatan literasi keuangan masyarakat, serta pengembangan UMKM lokal agar mampu tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pihak penyelenggara juga mengajak pemerintah desa dan berbagai elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam pemetaan kebutuhan warga sehingga program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan. (Oppic)