Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Empat calon jemaah haji atau Calhaj Cimahi, batal berangkat ke Tanah Suci pada Senin, 27 April 2026. Penundaan keberangkatan tersebut terjadi karena faktor kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cimahi, Nandang Rahayu, membenarkan adanya empat calon haji yang gagal terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Iya, ada empat calon jemaah haji yang batal berangkat hari ini karena kondisi kesehatan,” kata Nandang, Senin, 27 April 2026.

Keempat calon jemaah tersebut sebelumnya telah diberangkatkan dari Kota Cimahi pada Minggu, 26 April 2026 bersama ratusan jemaah lainnya menuju Embarkasi Kertajati.

Baca Juga:  Anggota Satgas TMMD ke 120 Kodim 0619 Purwakarta Ajari Anak-anak Mengaji

Setibanya di embarkasi, seluruh calon jemaah kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai prosedur sebelum penerbangan.

Dari hasil pemeriksaan, empat calon jemaah dinyatakan belum memenuhi syarat untuk terbang ke Arab Saudi. Satu calon jemaah diketahui mengalami demensia.

Sementara dua lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit dan satu orang masih berada dalam pengawasan tim medis.

Menurut Nandang, keberangkatan empat calon jemaah tersebut ditunda sementara hingga kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik.

Jika hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi mereka sudah layak terbang dan tersedia kursi kosong di kloter berikutnya, mereka masih berpeluang berangkat pada musim haji tahun ini.

Baca Juga:  Momen Inspiratif: Wisuda STIKES PH, Wabup Edy Manaf Soroti Prestasi Alumni Internasional

Namun, apabila kondisi kesehatan belum memungkinkan dan tidak ada kuota penerbangan tersisa, keberangkatan mereka akan dijadwalkan ulang pada musim haji tahun depan.

Secara keseluruhan, Kota Cimahi memberangkatkan 575 calon jemaah haji pada musim haji 2026.

Sebanyak 441 jemaah telah tergabung dalam Kloter 7 yang berangkat pada Minggu, 26 April 2026. Sementara sisanya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026. (*)