Sukabumi, MEDIASERUNI.ID – Ternyata ini alasan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sidak Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Sukabumi. Dapur MBG di daerah ini termasuk yang paling banyak laporan masalah.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, usai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur MBG di Sukabumi.
Nanik mengungkapkan melalui akun Instagram pribadinya bahwa Sukabumi dipilih untuk sidak acak karena kerap muncul laporan gangguan pada pelaksanaan program MBG.
“Laporan yang masuk bukan hanya terkait gangguan pencernaan, tetapi juga temuan ulat hingga belatung pada makanan yang disajikan di beberapa SPPG,” tulis akun itu.
Dalam satu malam, tim BGN bersama tim Wakil Presiden melakukan sidak ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Hasil pemeriksaan menemukan berbagai persoalan serupa di setiap lokasi. Mulai dari kebersihan dapur, minimnya fasilitas penunjang, hingga lemahnya pengawasan manajemen pengolahan makanan.
Nanik menyebut sejumlah dapur MBG belum memiliki peralatan dasar seperti chiller dan alat pemanas makanan. Kondisi itu dinilai berisiko terhadap kualitas dan keamanan makanan.
Selain itu, prosedur pengolahan bahan makanan juga menjadi sorotan. Salah satunya proses penyimpanan ayam yang disebut tidak sesuai standar karena keterbatasan fasilitas pendingin.
BGN pun memberikan teguran keras kepada pengelola SPPG agar segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki standar operasional pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sukabumi. (*)
