Karawang, MEDIASERUNI.ID – Jembatan penghubung Desa Parakan dan Desa Citarik di Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang, mengerikan. Jembatan itu sudah terbelah. Namun, agar tetap bisa dilintasi, warga menambalnya secara asal dengan potongan bambu.
Pantauan Mediaseruni di lokasi, Jumat 29 Mei 2026, siang, jembatan tersebut masih tersambung karena ada beberapa bagian yang belum putus. Warga khawatir jembatan diatas sungai itu akan ambruk jika bagian tersambung putus.
Sayangnya, meski jembatan sudah dalam kondisi kritis, hingga siang ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Bahkan petugas dari Dinas PUPR Karawang pun belum terlihat melakukan pengecekan ke lokasi.
Mengenaskannya lagi, sampai hari ini, jembatan mengerikan tersebut masih dilintasi warga, baik untuk berdagang, bertani dan berbagai aktifitas perekonomiannya.
“Jembatan ini dipakai wara-wiri masyarakat setiap hari, bukan hanya warga Tirtamulya, tapi juga dari luar daerah. Saya khawatir badan jembatan ini bakal terputus total kalau tidak segera diperbaiki,” tandas Nasim, tokoh masyarakat setempat.
Masih dikatakan Nasim, jembatan penghubung tersebut merupakan akses penting jalur perekonomian warga di Kecamatan Tirtamulya. Karenanya, dia berharap agar masalah jembatan ini bisa mendapat perhatian langsung Bupati Karawang.
“Setiap hari sedikitnya warga dari 10 desa di Kecamatan Tirtamulya melintasi jembatan ini. Baik untuk bekerja, berdagang, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari,” ucap Nasim.
Namun pun merasa heran karena jembatan yang sudah berdiri bertahun-tahun itu belum pernah tersentuh perbaikan. Kondisinya terus memburuk tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah. Padahal jembatan itu termasuk akses yang vital.
“Jembatan ini menjadi pilihan karena waktu tempuhnya lebih pendek dibanding harus memutar lewat jalur lain yang lebih jauh,” pungkas Nasim. Namun kini, kondisi jembatan justru membuat warga waswas setiap kali melintas.
Bahkan, tidak sedikit pengendara roda empat memilih putar balik daripada mengambil risiko terperosok ke lubang-lubang besar di badan jembatan. Mereka menilai kerusakan itu sudah sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Davi)
