Karawang, MEDIASERUNI.ID – Sebanyak 1.517 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) di wisuda. Dari jumlah tersebut 1.467 merupakan lulusan program sarjana, 20 lulusan program diploma, dan 30 lulusan program magister. Prosesi wisuda berlangsung dalam dua periode, yakni pada 11 dan 12 Agustus 2026.
Ketua Ikatan Alumni Unsika (IKA Unsika), Nace Permana, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana, diploma maupun magister.
Nace mengatakan, kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi gerbang awal bagi para wisudawan untuk memasuki fase baru dalam kehidupan.
“Hari ini adalah gerbang awal, memasuki fase baru dalam kehidupan mereka. Sebab, dunia luar akan lebih kejam,” kata Nace kepada Mediaseruni.id, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi para lulusan di dunia profesional tidak mudah. Persaingan di dunia kerja, kata dia, bahkan bisa lebih berat dibandingkan ketika mahasiswa menghadapi tugas akhir di bangku perkuliahan.
“Dunia luar akan lebih sulit dibandingkan mengerjakan tugas akhir kuliah. Kompetitor bertebaran di mana-mana, sekaligus lulusan terbaik pun ada di segala penjuru,” ujarnya.
Karena itu, Nace mengingatkan para wisudawan agar mampu bersikap dan mengembangkan kemampuan masing-masing sehingga dapat memiliki keunggulan dibandingkan orang lain. “Kita harus pandai-pandai bersikap agar mampu lebih unggul dari orang lain,” katanya.
Nace juga mengapresiasi capaian Unsika yang kembali mewisuda 1.517 mahasiswa. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Unsika terus berkembang dan berupaya menjadi perguruan tinggi yang unggul.
“Kami cukup bangga dengan diwisudanya 1.517 mahasiswa ini. Ini menandakan Unsika sebagai kampus yang terus berpacu untuk menjadi yang terbaik dan unggul,” imbuhnya.
Ia menilai momentum wisuda tersebut juga menjadi bagian dari kebangkitan dunia pendidikan di Karawang. Terlebih, Unsika kini tidak hanya menjadi pilihan bagi masyarakat Karawang, tetapi juga mahasiswa dari berbagai daerah di luar Karawang.
Nace berpesan agar para wisudawan mampu membawa semangat perubahan setelah meninggalkan bangku perkuliahan. “Perlu diingat, bagi wisudawan hari ini, mereka harus mampu menjadi agen perubahan, berdaya saing di dunia profesional, dan ingat kandang kita, Unsika,” ucapnya.
Tantangan AI
Selain persaingan di dunia profesional, Nace turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Ia meminta para wisudawan tidak perlu terlalu khawatir dengan perkembangan AI. Menurutnya, teknologi tersebut tetap merupakan hasil ciptaan manusia. “Perlu diingat, AI itu tidak memiliki hati. Walaupun yang ditakutkan AI akan mengambil peran di beberapa lini pekerjaan,” tuturnya.
Sebaliknya, Nace menilai manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh AI, salah satunya kemampuan untuk menggunakan hati dan membangun hubungan antarmanusia.
Karena itu, ia mendorong para wisudawan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam perkembangan AI dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan di dunia profesional. (Damar)

