Pemalang, MEDIASERUNI.ID – Semangat baru mewarnai perjalanan organisasi pedagang pasar di Kabupaten Pemalang. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Pemalang resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031 setelah digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Balai Dinas Pariwisata Kabupaten Pemalang, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Bupati Pemalang, unsur pemerintah daerah, perwakilan APPSI Jawa Tengah, tokoh masyarakat, hingga ratusan pedagang pasar tersebut menjadi ajang penting untuk menyatukan langkah dalam memperjuangkan masa depan pasar tradisional di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Musda tidak hanya menjadi forum evaluasi program kerja sebelumnya, tetapi juga menjadi ruang bagi para pedagang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Mulai dari penataan pasar, peningkatan kesejahteraan pedagang, hingga strategi menghadapi persaingan usaha yang kian kompetitif menjadi topik utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Ketua Panitia Musda, Khoirun Isroel, menegaskan bahwa APPSI harus mampu menjadi wadah perjuangan sekaligus penghubung antara pedagang dan pemerintah daerah.
“Musda ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas pedagang pasar sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah. Harapannya, APPSI semakin berperan dalam memperjuangkan kebutuhan dan aspirasi pedagang,” ujarnya.
Usai sidang Musda, agenda dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DPD APPSI Kabupaten Pemalang periode 2026–2031. Prosesi berlangsung khidmat dengan pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, serta penyerahan bendera organisasi kepada pengurus baru sebagai simbol estafet kepemimpinan.
Dalam kepengurusan yang baru, Fatoni dipercaya memimpin DPD APPSI Kabupaten Pemalang. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi pedagang pasar saat ini.
Menurut Fatoni, kepengurusan yang dipimpinnya akan fokus pada penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan kapasitas usaha anggota, serta mendorong transformasi pasar tradisional agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan pola belanja masyarakat yang terus berubah.
“Kami ingin APPSI hadir lebih dekat dengan pedagang. Organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata, mulai dari pendampingan usaha, advokasi kebijakan, hingga peningkatan daya saing pedagang di era digital,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pemalang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda APPSI. Pemerintah berharap organisasi tersebut dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga roda perekonomian rakyat dan memperkuat keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, APPSI Kabupaten Pemalang diharapkan mampu menghadirkan terobosan dan program yang berdampak langsung bagi para pedagang. Langkah ini sekaligus menjadi harapan baru bagi pelaku usaha pasar tradisional untuk semakin berkembang dan tetap menjadi pilihan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern.
