Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang kembali menggelar ajang Anugerah Sapta Pesona Karawang (Asoka Award) 2026. Ajang penghargaan tahunan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga sektor kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Karawang.

​Penghargaan tersebut diserahkan sebagai bagian dari rangkaian semarak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393.

Dikutip dari Podcast Sturada, ​Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, menyampaikan bahwa Asoka Award merupakan wujud penghormatan pemerintah daerah terhadap dedikasi para penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.

​”Apresiasi ini adalah bentuk respect kami kepada para pelaku industri. Meskipun tentu masih ada hal yang perlu dievaluasi, kami berkomitmen untuk terus berupaya memperbaiki dan membenahi pembinaan ke depan,” ujar Lusi di Karawang, Kamis 17 September 2026.

​Lusi mengungkapkan, terdapat 10 kategori penghargaan yang disiapkan pada gelaran Asoka Award tahun ini guna mencakup berbagai bidang usaha dan kegiatan masyarakat.

​Sementara itu, Ketua Tim Pariwisata Disparpora Karawang, Wildan, menjelaskan bahwa proses penilaian Asoka Award dilakukan secara terukur dan independen dengan melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi yang mumpuni di bidangnya.

Baca Juga:  Demo Tolak Tambang di Karawang Berujung Penyegelan Gerbang PT JSI

​Kategori yang dinilai meliputi destinasi wisata alam, destinasi buatan, restoran, kafe, sektor kepemudaan dan olahraga, hingga penyelenggara event kreatif, ekonomi kreatif, serta seni budaya.

​”Seluruh usulan yang masuk telah kami kurasi secara ketat sehingga menghasilkan tiga nominasi terbaik untuk masing-masing kategori,” terang Wildan.

​Ia menambahkan, pemberian penghargaan ini juga dirancang sebagai stimulus bagi para pengelola tempat wisata agar semakin tertib secara administratif, khususnya dalam kepemilikan izin resmi dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

​”Harapannya, pelaku usaha yang belum melengkapi persyaratan perizinan dapat segera melengkapinya sehingga mereka semakin termotivasi untuk berkembang,” imbuhnya.

​Lebih lanjut, Lusi, menerangkan bahwa Disparpora Karawang mengacu pada standar mutu Kementerian Pariwisata yang mencakup sekitar 52 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

​”Dari total KBLI tersebut, ada sekitar 17 sektor usaha pariwisata yang aktif dan kami kurasi di Kabupaten Karawang,” terangnya.

Baca Juga:  Hikmah Kejadian Subang, Pemprov dan GIPI Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar

​Penilaian Asoka Award tidak hanya menitikberatkan pada kepatuhan legalitas dan kebersihan lingkungan usaha, tetapi juga penerapan prinsip-prinsip Sapta Pesona di lapangan. ​”Hospitality atau keramahtamahan menjadi aspek yang paling krusial dalam penilaian,” tegas Lusi.

​Para pemenang Asoka Award nantinya akan dijadikan representasi serta percontohan (role model) bagi industri pariwisata lainnya di Karawang. Selain itu, kontribusi mereka dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi poin penting.

​”Tugas kami di Disparpora adalah memfasilitasi dan memberikan pelayanan (treatment) terbaik bagi wisatawan. Dengan begitu, angka kunjungan wisata ke Karawang dapat terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya.