Cimahi, MEDIASERUNI.ID – Menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang menguasai ilmu dan keterampilan, tetapi juga tentang menjaga hati nurani dalam menghadapi kehidupan manusia.

Pesan itu disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D., dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda XXVII. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah lulusan Ahli Madya Keperawatan, Ahli Madya Kebidanan, Sarjana Keperawatan, Profesi Ners, dan Profesi Bidan ini mengusung tema “Membangun Generasi Kesehatan yang Unggul, Spiritual dan Budi Luhur.”

Momentum wisuda tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik para lulusan sekaligus awal memasuki dunia pengabdian profesional di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa hari wisuda bukan sekadar seremoni menerima ijazah. Di balik toga dan gelar akademik, terdapat perjuangan, doa, pengorbanan, serta ilmu yang kini berubah menjadi amanah.

Baca Juga:  Gegara Listrik Korslet Wahana Bermain City Garden Ludes Terbakar

“Hari ini bukan sekadar hari menerima ijazah. Tapi hari ini adalah hari ketika perjuangan, doa, pengorbanan, dan ilmu bertemu menjadi sebuah amanah baru,” ujar Sri Wahyuni.»

Ia mengingatkan para lulusan bahwa dunia kesehatan merupakan bidang pengabdian yang sangat mulia karena berhadapan langsung dengan kehidupan manusia. “Anak-anakku, saudara akan memasuki dunia kesehatan, dunia yang sangat mulia karena berhadapan langsung dengan kehidupan manusia,” tuturnya.

Menurutnya, kompetensi akademik dan keterampilan profesional merupakan bekal penting bagi tenaga kesehatan. Namun, terdapat nilai kemanusiaan yang tidak boleh terabaikan dalam menjalankan profesi.

“Di dunia kesehatan ilmu dan keterampilan tentu sangat penting, tetapi ada sesuatu yang tidak boleh pernah hilang hati nurani,” tegasnya.»

Pesan Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi tersebut mengandung makna edukatif bahwa pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Tenaga kesehatan juga dituntut memiliki empati, tanggung jawab, integritas, serta kepedulian terhadap pasien dan masyarakat.

Baca Juga:  Jawa Barat Galang Rp 500 Miliar untuk Atasi Banjir di Empat Wilayah

Nilai spiritual dan budi luhur menjadi landasan penting agar ilmu yang dimiliki para lulusan tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan karier, tetapi juga menjadi sarana pengabdian kepada sesama. (Candra)