Karawang, MEDIASERUNI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir menjelang tingginya curah hujan yang diprediksi mulai mengguyur sebagian besar wilayah Karawang pada November 2026. Hujan diperkirakan berintensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di beberapa titik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ari Hidayat, menyampaikan bahwa berdasarkan pemetaan awal tingkat provinsi Jawa Barat, musim hujan diperkirakan berlangsung hingga April 2027.
”Awalnya, prediksi secara umum di tingkat provinsi menunjukkan musim hujan mulai awal November hingga akhir April. Namun, pelaksanaannya disesuaikan kembali oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Ari.
Ari menambahkan, di beberapa wilayah seperti Kecamatan Rengasdengklok dan Pangkalan, hujan telah mulai turun sejak akhir Oktober. Kondisi tersebut terjadi lebih awal dari prakiraan awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Melihat dinamika cuaca tersebut, BPBD meminta perangkat pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa untuk terus bersiaga menghadapi potensi banjir tahunan, khususnya di wilayah rawan seperti Desa Karangligar.
Sebagai langkah mitigasi dan penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyediakan fasilitas rumah panggung bagi warga terdampak guna mengurangi risiko penumpukan korban saat banjir menggenang.
”Untuk posko penanganan bencana, sifatnya tentatif dan terpusat. Posko akan didirikan di lokasi atau desa yang berada di titik terdekat dengan warga terdampak saat kejadian,” jelas Ari.
Ia menambahkan, puncak musim hujan di wilayah Jawa Barat diperkirakan akan terjadi pada awal tahun mendatang. ”Berdasarkan perkiraan BMKG, awal musim hujan di Jawa Barat dimulai pada November dan puncaknya diprediksi terjadi pada Februari,” pungkasnya. (damar)
