PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Rumah Sakit Comal Baru Kabupaten Pemalang terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Direktur RS Comal Baru, dr. Bahtiar, rumah sakit yang berada di wilayah timur Kabupaten Pemalang itu melakukan transformasi besar, mulai dari penambahan tenaga dokter spesialis, pembangunan gedung baru, hingga pengembangan berbagai layanan unggulan.
Menurut dr. Bahtiar, perjalanan RS Comal Baru tidaklah mudah. Rumah sakit mulai bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada 2020 setelah melewati masa pandemi Covid-19. Saat dirinya mulai bertugas sebagai direktur pada akhir 2023, berbagai keterbatasan masih menjadi tantangan utama.
“Saat itu kapasitas rumah sakit hanya memiliki 56 tempat tidur dengan empat dokter spesialis dasar, yaitu penyakit dalam, bedah, kandungan, dan anak. Sarana prasarana juga masih sangat terbatas,” ujarnya.
Sebagai satu-satunya rumah sakit kelas D di wilayah Pemalang Timur, lanjut Bahtiar, pihaknya memilih terus berbenah agar mampu bersaing dengan rumah sakit lain di Kabupaten Pemalang.
Berbagai langkah strategis pun dilakukan, mulai dari merekrut dokter spesialis secara intensif hingga membangun gedung pelayanan baru tiga lantai. Hasilnya, kapasitas tempat tidur kini meningkat menjadi sekitar 100 unit dan ditargetkan bertambah menjadi 140 tempat tidur setelah seluruh proses perizinan selesai.
“Kami yakin sekalipun nanti sudah 140 tempat tidur, melihat animo masyarakat yang terus meningkat kemungkinan tetap akan penuh. Karena itu pembangunan dan peningkatan layanan akan terus kami lakukan,” katanya.
Tak hanya memperluas kapasitas, RS Comal Baru juga tengah menyiapkan sejumlah layanan baru seperti unit hemodialisa (cuci darah), layanan PICU dan NICU, serta ruang perinatologi untuk bayi baru lahir.
Bahtiar menegaskan, meski masih berstatus rumah sakit kelas D, pihaknya ingin menghadirkan pelayanan yang setara dengan rumah sakit kelas C.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang lengkap tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah. Harapannya rumah sakit kelas D ini memiliki kualitas pelayanan seperti rumah sakit kelas C,” ungkapnya.
Ia juga menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengubah sistem klasifikasi rumah sakit dari berbasis kelas menjadi berbasis kompetensi pelayanan.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi RS Comal Baru untuk terus meningkatkan kemampuan layanan sehingga semakin banyak kasus medis yang dapat ditangani di daerah sendiri.
“Kalau regulasi itu diterapkan, rumah sakit tidak lagi dinilai dari kelasnya, tetapi dari kompetensi layanan yang dimiliki. Karena itu kami terus menambah dokter spesialis dan fasilitas agar siap menghadapi perubahan tersebut,” jelasnya.
Saat ini RS Comal Baru telah memiliki berbagai layanan spesialis seperti penyakit dalam, bedah, anak, kandungan, saraf, THT, jantung, ortopedi, hingga kulit dan kelamin. Satu-satunya layanan spesialis yang belum tersedia adalah kesehatan jiwa.
“Mudah-mudahan ke depan kami juga bisa menghadirkan layanan kesehatan jiwa sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari pelayanan ke rumah sakit lain,” katanya.
Pelayanan BPJS Dipastikan Tanpa Diskriminasi
Dalam kesempatan itu, Bahtiar juga menepis anggapan adanya perbedaan pelayanan antara pasien BPJS dan pasien umum.
Menurutnya, sekitar 95 persen pasien yang datang ke RS Comal Baru merupakan peserta BPJS Kesehatan sehingga seluruh pasien mendapatkan pelayanan yang sama.
“Di sini tidak ada perbedaan pelayanan. Pasien BPJS maupun pasien umum kami layani dengan standar yang sama. Yang kami utamakan adalah keselamatan dan pelayanan pasien,” tegasnya.
Terkait persoalan administrasi BPJS maupun program Universal Health Coverage (UHC), pihak rumah sakit tetap mengedepankan pelayanan medis terlebih dahulu.
Apabila ditemukan kendala administrasi, pasien tetap mendapatkan penanganan, sementara proses pengurusan jaminan kesehatan diberikan waktu hingga tiga hari.
“Kami tidak mempersulit pasien di awal. Yang terpenting pasien ditangani dulu. Soal administrasi kami bantu proses sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bahtiar.
Kunjungan Pasien Terus Meningkat
Seiring peningkatan fasilitas dan layanan, jumlah kunjungan pasien ke RS Comal Baru juga terus mengalami peningkatan.
Setiap bulan, kunjungan rawat inap mencapai sekitar 500 hingga 600 pasien, sedangkan kunjungan rawat jalan telah menembus lebih dari 2.000 pasien.
Peningkatan tersebut, menurut Bahtiar, menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RS Comal Baru.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, melengkapi tenaga medis, memperbaiki fasilitas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Pemalang, khususnya wilayah timur,” pungkasnya.( Oppic )
