PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pekerjaan rekonstruksi ruas Jalan Panjaitan dengan nilai kontrak mencapai Rp4,6 miliar, Rabu 28/10/2026
Proyek yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pemalang ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, paket pekerjaan tersebut bernama Rekonstruksi Ruas Jalan di Panjaitan, dengan nilai kontrak sebesar Rp4.602.603.604,85. Sumber pendanaannya berasal dari pinjaman daerah melalui Lembaga Keuangan Bank (LKB).
Kontrak pekerjaan tercatat dengan nomor 600.2.10/07.BM.11/2026, tertanggal 29 September 2026. Adapun penyedia jasa pelaksana proyek adalah CV Rekan Rukun Berkarya, dengan konsultan pengawas CV Graha Safira.
Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 90 hari kalender, sedangkan masa pemeliharaan berlangsung selama 365 hari kalender. Jangka waktu tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi waktu maupun kualitas hasil pembangunan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pemalang, Yanuar Teguh Susanto, dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan, menegaskan bahwa rekonstruksi jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.
“Pekerjaan rekonstruksi Jalan Panjaitan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat sebagai pengguna jalan,” demikian draf pernyataan Yanuar.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, dan target waktu yang telah ditetapkan. Kualitas material, proses pengerjaan, serta pengawasan di lapangan menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Pihak pelaksana juga perlu memperhatikan aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung, termasuk pengaturan lalu lintas dan pemasangan rambu-rambu peringatan. Aktivitas pembangunan harus tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan,” demikian lanjutan draf pernyataan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan alat berat jenis ekskavator telah berada di area pekerjaan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di sekitar badan jalan, sementara kendaraan masih melintas di jalur yang sama. Kondisi tersebut membuat pengaturan arus lalu lintas dan pemasangan rambu keselamatan menjadi perhatian penting selama proses pengerjaan berlangsung.
Masyarakat berharap rekonstruksi Jalan Panjaitan tidak hanya menghasilkan permukaan jalan yang lebih baik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi warga. Infrastruktur yang memadai merupakan salah satu penunjang penting bagi distribusi barang, mobilitas pekerja, serta aktivitas perdagangan di kawasan perkotaan.
Di sisi lain, proyek bernilai miliaran rupiah ini perlu diimbangi dengan pengawasan yang optimal. Kesesuaian spesifikasi teknis, kualitas material, ketebalan konstruksi sesuai perencanaan, serta hasil pekerjaan yang memenuhi ketentuan kontrak menjadi unsur penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah memberikan manfaat maksimal.
Transparansi informasi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan pengawasan dari DPUTR, konsultan pengawas, serta pelaksanaan tanggung jawab oleh penyedia jasa, pekerjaan diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rekonstruksi Jalan Panjaitan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik. Lebih dari sekadar memperbaiki badan jalan, pembangunan ini menjadi bagian dari investasi infrastruktur untuk mendukung kemajuan Kabupaten Pemalang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pembangunan yang berkualitas, tepat waktu, dan transparan menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
