PEMALANG, MEDIASERUNI.ID – Upaya meningkatkan fasilitas olahraga dan ruang publik bagi masyarakat terus didorong di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Pemerintah Kecamatan Bantarbolang menggelar sosialisasi di pendopo kecamatan Bantarbolang, Rabu 28/10/2026.

Rencana pembangunan jogging track di Lapangan Wanakrida, Desa Bantarbolang, sebagai bagian dari penataan kawasan olahraga agar lebih fungsional dan bermanfaat bagi warga,

Sosialisasi tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sejumlah pihak terkait. Pertemuan ini bertujuan memberikan penjelasan mengenai konsep pembangunan sekaligus menyamakan persepsi agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas sebelum pekerjaan dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Bantarbolang Hersus Nurcahya menekankan pentingnya sosialisasi sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, warga diharapkan dapat memahami arah pembangunan, termasuk fungsi fasilitas yang direncanakan serta manfaatnya bagi kepentingan bersama.

Menurutnya, pembangunan fasilitas umum perlu disertai komunikasi yang baik agar perencanaan dapat dipahami secara utuh dan aspirasi masyarakat memperoleh ruang untuk disampaikan.

Salah satu perhatian masyarakat terhadap rencana penataan Lapangan Wanakrida berkaitan dengan keberlanjutan fungsi lapangan sepak bola. Menanggapi hal tersebut, pihak yang memaparkan rencana teknis dalam sosialisasi menegaskan bahwa lapangan tetap dipertahankan sebagai sarana olahraga.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan DPUTR Kabupaten Pemalang, Andi Lala, menjelaskan bahwa konsep pembangunan diarahkan untuk meningkatkan fungsi lapangan yang sudah ada, bukan menggantinya dengan fasilitas lain secara keseluruhan.

“Lapangan yang sudah ada ini justru akan kita tingkatkan fungsinya, sehingga tidak hanya untuk sepak bola, tetapi juga bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Andi Lala

Baca Juga:  Kabar Duka dari Solo, Raja Keraton Surakarta Pakubuwana XIII Tutup Usia, Dimakamkan Rabu 5 November 2025

Dengan konsep itu, Lapangan Wanakrida diharapkan tetap dapat digunakan untuk kegiatan sepak bola sekaligus memiliki fasilitas tambahan yang menunjang aktivitas olahraga masyarakat.

Dalam pemaparan teknis, jogging track direncanakan memiliki lebar sekitar tiga meter. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk berjalan kaki maupun berlari.

Pembangunan jogging track memerlukan penyesuaian tata letak kawasan karena kondisi lapangan saat ini berdekatan dengan jalan di sisi utara dan selatan. Oleh karena itu, dimensi lapangan dan penempatan fasilitas pendukung perlu direncanakan secara cermat.

Pihak DPUTR menyampaikan bahwa ukuran lapangan sepak bola tetap diarahkan mengacu pada standar yang menjadi pedoman teknis. Dalam sosialisasi, ukuran yang dipaparkan berada pada kisaran panjang 100 meter dan lebar sekitar 50 meter, dengan rincian akhir mengikuti desain teknis yang ditetapkan.

Penataan tersebut diharapkan menghadirkan fasilitas yang lebih tertib dan nyaman tanpa mengurangi manfaat utama lapangan sebagai tempat berolahraga.

Perhatian masyarakat terhadap rencana pembangunan, termasuk diskusi yang berkembang di media sosial, turut menjadi bagian dari pembahasan dalam sosialisasi.

Pemerintah memandang kritik dan masukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap pembangunan daerah. Karena itu, penyampaian informasi secara terbuka dan penjelasan mengenai desain pembangunan menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman.

Melalui forum ini, masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif agar fasilitas yang dibangun nantinya sesuai dengan kebutuhan warga. Keterlibatan masyarakat juga diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas setelah pembangunan selesai.

Baca Juga:  Bangun Jiwa Wirausaha Kader PKK, TP PKK Pemalang Bekali Peserta Keterampilan Ecoprint dan Kuliner

Selain itu, persiapan pelaksanaan pembangunan menjadi perhatian karena waktu yang tersedia semakin terbatas menjelang musim hujan. Percepatan pekerjaan tetap perlu berjalan seiring dengan kesiapan teknis dan pengendalian mutu agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pembangunan jogging track di Lapangan Wanakrida diharapkan tidak hanya memberikan tambahan fasilitas olahraga, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang dapat dinikmati berbagai kalangan.

Keberadaan fasilitas olahraga yang memadai berpotensi mendorong masyarakat menjalani aktivitas fisik secara rutin. Pada saat yang sama, lapangan dapat tetap dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, rekreasi, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya.

Penataan yang terencana juga berpeluang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, termasuk membuka kesempatan bagi kegiatan ekonomi masyarakat sepanjang tetap sesuai dengan ketentuan dan tata ruang yang berlaku.

Dengan komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, rencana pembangunan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat jangka panjang.

Pada akhirnya, Lapangan Wanakrida diharapkan berkembang menjadi fasilitas publik yang bukan hanya lebih tertata secara fisik, tetapi juga semakin berperan sebagai pusat olahraga, interaksi sosial, dan kegiatan masyarakat di Kecamatan Bantarbolang.