Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Dewi Anggraini, S.E., meninjau langsung kondisi warga yang terdampak bencana angin puting beliung di wilayah RW 22 dan RW 27, Desa Padalarang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jumat 30 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Sri Dewi Anggraini melihat secara langsung sejumlah kerusakan yang dialami warga akibat terjangan angin kencang. Selain memberikan perhatian dan dukungan moril, ia juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan sembako untuk membantu meringankan kebutuhan warga terdampak.

Tulus Widodo,  warga di lokasi bencana menuturkan bagaimana situasi mencekam ketika bencana tersebut terjadi. “Anginnya sangat kencang, sampai beberapa rumah mengalami kerusakan. Atap pos satpam juga terbang, bahkan kubah masjid sampai terbawa ke rumah warga,” ucapnya.

Tulus pun berharap rumah-rumah yang rusak bisa segera diperbaiki dan lingkungan ditempat tinggalnya kembali aman. “Terima kasih kepada semua pihak yang sudah datang melihat kondisi kami dan memberikan bantuan,” ungkap Tulus Widodo, dan menyebut Anggota DPRD Jabar Hj. Sri Dewi Anggraini.

Baca Juga:  Peringati Hari Pramuka ke-65, Plt Bupati Nurkholes Pantau Jambore Serentak: Lahirkan Generasi yang Bersatu dan Kreatif

Tulus menyebut kunjungan Sri Dewi Anggraini menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kehadiran langsung di tengah warga diharapkan dapat membantu melihat kebutuhan yang paling mendesak sekaligus mendorong penanganan pascabencana agar berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut Sri Dewi Anggraini juga menyampaikan edukasi tentang waspada angin puting beliung di musim hujan. Langkah-langkah yang mesti dilakukan diantara segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh ketika angin kencang terjadi.

Menjauhi jendela, pohon besar, tiang listrik, dan bangunan yang berpotensi roboh. Menghindari aktivitas di luar rumah selama kondisi cuaca ekstrem. Memeriksa kondisi atap dan bagian bangunan yang rawan terlepas ketika situasi sudah aman. Dan, Melaporkan kerusakan dan kebutuhan mendesak kepada aparat desa, RT/RW, atau petugas kebencanaan.

Baca Juga:  Wabup Andreas Dampingi Kunker Tim Pengawas dan Evaluasi TMMD

Selain kesiapsiagaan, kepedulian dan gotong royong masyarakat juga sangat diperlukan dalam proses pemulihan pascabencana. “Musibah memang tidak selalu dapat diprediksi, tetapi risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan, kepedulian, serta kerja sama semua pihak,” ucap Sri Dewi. (Candra)