Karawang, MEDIASERUNI.ID – Sekitar 1.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Karawang mengalami kekeringan. Kondisi terparah melanda sawah-sawah di wilayah Karawang Utara.
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan (DPKPP) Karawang, saat ini pun tengah melakukan upaya mitigasi untuk meminimalkan kekeringan lebih parah.
Hal itu diungkapkan Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) DPKPP Karawang, Lilis Suryani, Senin 24 Agustus 2026. Upaya yang dilakukan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Jadi kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, BBWS, PJT II, PUPR, dan BPBD. Kemarin dari tiga dinas juga sudah turun tangan untuk menangani saluran-saluran air yang memang banyak tersumbat,” kata Lilis.
Menurutnya, BBWS telah mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk melakukan perbaikan pada sejumlah saluran sekunder. Sementara itu, DPKPP Karawang juga mengerahkan alat berat untuk menangani saluran tersier.
“BBWS sudah mengeluarkan beko untuk perbaikan saluran-saluran sekunder. Kemudian dari kami, Dinas Pertanian, juga sudah mengeluarkan beko khusus untuk saluran tersier,” ujarnya.
Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan alat berat. Saat ini, DPKPP Karawang hanya memiliki satu unit ekskavator yang digunakan untuk menangani wilayah pertanian yang cukup luas.
“Memang terkendala karena hanya ada satu unit beko. Sedangkan kita tahu ukuran geografis kita cukup luas,” jelasnya.
Kementan Salurkan Puluhan Pompa Air
Selain pengerahan alat berat, Kementan juga memberikan bantuan pompa air untuk mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Karawang. Bantuan tersebut terdiri atas 53 unit pompa berukuran 3 inci yang telah dialokasikan ke sejumlah kecamatan.
Kemudian terdapat lima unit pompa berukuran 6 inci yang dialokasikan untuk wilayah Pakisjaya, Pedes, dan Cilamaya Wetan. Sementara itu, pompa berukuran 4 inci juga dialokasikan untuk Kecamatan Cilamaya Wetan, Pedes, dan Pakisjaya.
Lilis mengatakan, Kementan kembali akan memberikan tambahan bantuan sebanyak 93 unit pompa yang rencananya disalurkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). “Alokasi 93 unit pompa akan diberikan pihak kementerian pada Rabu besok untuk kemudian disalurkan kepada UPTD,” katanya.
Dia menjelaskan, bantuan pompa tersebut diberikan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan. Namun, penerima bantuan wajib memiliki sumber air yang dapat digunakan untuk pengoperasian pompa. “Pemberian ini melalui Ditjen PSP Kementan. Syaratnya, wajib ada sumber air terlebih dahulu,” ujarnya.
Lilis menyebut kekeringan yang terjadi saat ini, menjadi salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data sementara dari lapangan, luas lahan pertanian yang terdampak mencapai sekitar 1.000 hektare. “Sampai dengan saat ini luas kekeringan 1.000 hektare itu berdasarkan data lapangan,” ungkapnya.
Meski demikian, DPKPP masih melakukan pemutakhiran data. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) diminta rutin melaporkan kondisi lahan pertanian di wilayah masing-masing.
“Kami juga perlu mengecek lagi data terbaru siang ini. Kami menginstruksikan petugas POPT untuk rutin mengirimkan data kepada kami,” katanya.
Wilayah Karawang Utara menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak kekeringan paling parah. Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan saluran air serta tumbuhnya ganggang yang menghambat aliran air.
Karena itu, pengerukan dan normalisasi saluran menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memperlancar distribusi air ke area persawahan.
Usulan Pembangunan Embung
Untuk mengantisipasi kekeringan jangka panjang, DPKPP Karawang juga tengah mengusulkan pembangunan embung melalui Sistem Pengusulan Irigasi (Sipuri). “Untuk embung memang belum ada yang baru, tetapi kami sedang mengusulkan melalui Sipuri,” jelas Lilis.
Selain itu, bantuan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementan juga dimaksimalkan untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air. “Kami memaksimalkan seluruh kegiatan untuk mengantisipasi kekeringan,” pungkasnya.
DPKPP Karawang berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan kembali turun pada September mendatang sehingga ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat kembali tercukupi. (Damar)

