PEMALANG, MEDIASERUNI.ID — Pemerintah Kecamatan Pemalang membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas demi penyusunan kebijakan dan perbaikan pelayanan yang lebih responsif. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, yang menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah kecamatan dengan berbagai elemen masyarakat di wilayahnya.
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Pendopo Kecamatan Pemalang. Forum ini dihadiri oleh pejabat struktural kecamatan, seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Pemalang, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga insan media massa. Setiap desa juga diwajibkan mengirimkan satu utusan khusus guna menyampaikan aspirasi dan usulan warga secara langsung.
Camat Pemalang, Prasetyo Widiatmoko, S.IP., dalam arahannya menegaskan bahwa pertemuan ini jauh lebih dari sekadar agenda yang harus dilaksanakan. Ia memandang forum ini sebagai kebutuhan nyata untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah dengan apa yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
“Forum ini bukan sekadar kewajiban administrasi yang harus diselesaikan. Lebih dari itu, ini adalah momen penting di mana kita saling bertukar pandang, menyamakan langkah, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami ambil benar-benar berpijak pada kebutuhan warga. Pelayanan yang baik lahir ketika pemerintah mau mendengarkan, bukan sekadar berbicara,” tegas Prasetyo Widiatmoko.
Ia juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk berbicara secara terbuka, jujur, dan konstruktif. Setiap masukan, kritik, maupun saran yang disampaikan, menurutnya, justru menjadi bahan paling berharga bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.
“Kami datang ke sini bukan untuk mendengar tepuk tangan, melainkan untuk mendengar apa yang belum kami ketahui. Kritik dan saran yang membangun adalah hadiah terbesar yang bisa Bapak-Ibu berikan agar kami semakin baik dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, forum ini dirancang sebagai ruang diskusi yang transparan dan partisipatif. Rangkaian acara meliputi penyampaian paparan kinerja pemerintah kecamatan, sesi tanya jawab terbuka, hingga penyusunan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat terkait prioritas program dan perbaikan pelayanan publik.
Seluruh usulan, catatan, dan harapan yang disampaikan peserta selama forum berlangsung akan dicatat secara rinci, dianalisis, dan ditindaklanjuti dalam penyusunan program kerja Pemerintah Kecamatan Pemalang ke depannya. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kecamatan dalam mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini pun dinilai sangat penting untuk memastikan tidak ada aspirasi warga yang terlewat. Mulai dari kepala desa yang mengetahui langsung kondisi di lapangan, tokoh masyarakat dan agama yang menjadi panutan warga, hingga akademisi yang mampu memberikan pandangan yang objektif—semuanya memiliki peran tak tergantikan dalam membangun Pemalang yang lebih baik.
Diharapkan, melalui Forum Konsultasi Publik 2026 ini, tercipta sinergi yang semakin kokoh antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan yang direncanakan ke depannya dapat lebih tepat sasaran, efektif, dan bermanfaat secara merata, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar terasa hadir dan melayani setiap warga Kecamatan Pemalang.

