Karawang, MEDIASERUNI.ID – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) di Kabupaten Kuningan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus meneguhkan komitmen perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan guru madrasah di Indonesia.

Ketua Panitia Harlah ke-5 PGMNI, Ahmad Luthfi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Dalam wawancara yang dilakukan di Karawang, Kamis 2 Juli 2026, ia menyampaikan keberhasilan acara hasil kerja sama dan pengorbanan seluruh keluarga besar PGMNI.

“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Hari Lahir PGMNI ke-5 berjalan dengan lancar, meriah, dan penuh makna. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama, kebersamaan, dan pengorbanan seluruh keluarga besar PGMNI,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran panitia lokal PD PGMNI Kabupaten Kuningan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan panitia tidak hanya berupa tenaga dan pikiran, tetapi juga pengorbanan waktu serta dukungan finansial yang diberikan dengan penuh keikhlasan.

“Panitia lokal telah bekerja siang dan malam. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan finansial demi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan mereka dengan keberkahan rezeki dan kemudahan dalam setiap urusan,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pengurus dan anggota PD PGMNI Sejawa Barat yang telah hadir, berpartisipasi, serta memberikan dukungan penuh selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang terjalin selama acara menjadi bukti kuat bahwa semangat persaudaraan dan perjuangan di tubuh PGMNI terus tumbuh dan menguat.

Baca Juga:  Aliansi Cinta Indonesia Gelar Aksi Damai, Serukan Indonesia Damai, Kuat dan Berdaulat

Selain itu, ia menyampaikan penghargaan kepada Pengurus Besar PGMNI selaku panitia pengarah yang telah memberikan kepercayaan, arahan, dan dukungan penuh sejak tahap perencanaan hingga berakhirnya kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar PGMNI atas kepercayaan, arahan, dan bimbingannya. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Di balik kesuksesan acara, Ahmad Luthfi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan maupun pelaksanaan masih terdapat berbagai kekurangan, baik dalam aspek kontrol, koordinasi, maupun pelayanan kepada peserta.

“Sebagai manusia tentu kami tidak luput dari kekurangan. Untuk itu kami memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat hal-hal yang belum maksimal. Semua masukan dan evaluasi akan menjadi bekal untuk perbaikan pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” tuturnya.

Memasuki usia ke-5 tahun, PGMNI diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi perjuangan yang mampu menjadi wadah aspirasi guru madrasah di seluruh Indonesia. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa perjalanan organisasi masih panjang dan membutuhkan semangat kolektif seluruh anggota untuk terus bergerak bersama.

Menurutnya, PGMNI harus semakin solid dan militan memperjuangkan hak serta kesejahteraan guru madrasah, semakin berkembang dalam melahirkan kader-kader unggul, serta semakin inovatif dan adaptif menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga berharap PGMNI tetap menjadi rumah perjuangan yang nyaman bagi seluruh anggota untuk tumbuh, belajar, dan mengabdi. “Masih banyak tugas besar yang harus kita kerjakan bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah,” ucapnya.

Baca Juga:  Candra Hapita Sari Sajikan Tari Jaipong Dihadapan Sri Rahayu di Festival Budaya

Karena itu, lanjut Ahmad Luthfi, semangat kebersamaan dan perjuangan harus terus dijaga agar organisasi ini semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Menutup keterangannya, Ahmad Luthfi mengajak seluruh keluarga besar PGMNI untuk menjadikan usia lima tahun sebagai pijakan menuju langkah perjuangan yang lebih besar.

“Usia lima tahun bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Mari kita jaga semangat ini agar PGMNI terus bangkit, PGMNI terus maju, dan cita-cita besar mewujudkan Guru Madrasah Sejahtera dapat kita raih bersama,” pungkasnya.

Peringatan Harlah ke-5 PGMNI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan perayaan organisasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan perjuangan yang telah ditempuh.

Dengan semangat persatuan, pengabdian, dan komitmen yang terus terjaga, PGMNI optimistis akan semakin kuat dalam mengawal aspirasi guru madrasah serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia. (Dadan)