Jakarta, MEDIASERUNI.ID – Upaya pencarian terhadap lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus memperluas area penyisiran hingga ke jalur darat, namun tanda-tanda keberadaan para korban masih nihil.

Pada Selasa 15 September 2026, Tim SAR memutuskan mengubah strategi pencarian. Dari yang sebelumnya sebatas pengamatan laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, tim kini langsung menerjunkan personil untuk menyisir daratan di kawasan Kepulauan Gunung Anak Krakatau.

“Kami sudah melakukan penyisiran darat ke seluruh area Pulau Sertung dan hasilnya masih nihil. Kondisi serupa juga terjadi di Pulau Rakata, penyisiran darat di sana belum membuahkan hasil,” ungkap Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, dalam keterangan persnya.

Baca Juga:  Nobar Semifinal AFF U-19 di Pendopo Kecamatan Pemalang, Camat Ajak Warga Satukan Dukungan untuk Garuda Muda

Mengingat belum ada titik terang, operasi pencarian korban hilang kontak ini resmi diperpanjang hingga Kamis 17 September 2026. Tim SAR terus mengoptimalkan sisa waktu untuk melacak jejak keberadaan rombongan tersebut di sekitar gugusan pulau Selat Sunda.

Sebagai informasi, rombongan ini dilaporkan hilang kontak saat bertugas melakukan peliputan di area Gunung Anak Krakatau. Total ada delapan orang di atas kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.

Mereka M. Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudistiro Pranoto (iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (Anadolu) dan Donal Husni (Freelance), Warta (55) Kapten Kapal, Surakman (60) Anak Buah Kapal (ABK) dan Heriyanto (49) Pemandu (Guide).

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi SMK Negeri 1 Petarukan Rp4,5 Miliar Disorot, Diduga Sarat Kejanggalan

Sementara, Tim SAR gabungan berkomitmen melanjutkan proses pencarian secara intensif dengan memantau pergerakan cuaca dan kondisi perairan sekitar. (*)