MEDIASERUNI.ID – ARIA Laksana adalah wartawan media online News Seruni yang terkenal berani. Ketika seorang pengusaha nasional ditemukan tewas di dalam mobil mewahnya tanpa satu pun luka di tubuh, Bayu yang pertama curiga bahwa itu kasus pembunuhan bukan keracunan ogsigen.

Kecurigaan Aria diperkuat temuan Bambang Satria, dokter forensik muda sekaligus sahabat Bayu yang menemukan kejanggalan penyebab kematian korban. Seluruh organ dalam tubuh korban hancur. Tulang rusuk remuk, paru-paru robek, dan jantung pecah, sementara kulit korban tetap utuh tanpa memar sedikit pun.

Publik pun dibuat heboh. Judul berita “Pengusaha Ibukota Darmawan Subroto Tewas Terbunuh” mengguncang publik. Polisi menjadi sorotan, pemerintah mendapat tekanan, sementara seseorang di balik layar mulai memburu siapa pun yang mengetahui rahasia kematian tersebut.

Di saat itulah Arini Sridewi, jaksa muda idealis, menghubungi Aria melalui Gugun, mantan preman pasar yang pernah diselamatkan Aria dari kriminalisasi. Arini mengungkap bahwa ia sedang memburu Subangkit, taipan pembalak hutan ilegal yang selama bertahun-tahun tak pernah tersentuh hukum.

Aria dan Arini kemudian bekerja sama. Mereka dibantu Polwan tangguh bernama Iptu Aning Sudirga, yang kebetulan sedang menyelidiki kasus pembunuhan aneh pengusaha Darmono. Semakin dalam mereka menyelidiki, semakin mereka sadar bahwa mereka bukan sedang melawan mafia kayu biasa.

Setiap penyidik yang mendekat dipindahkan. Setiap berkas perkara menghilang sebelum sampai ke meja hijau. Semua saksi yang tewas mengalami ciri persis seperti Darmono. Tewas tanpa luka fisik tapi organ dalam tubuhnya hancur.

Anehnya, semua saksi yang tewas ternyata pernah bersentuhan dengan sebuah dokumen rahasia berisi daftar aliran uang hasil pembalakan, pertambangan ilegal, penyelundupan satwa langka, hingga pendanaan kelompok-kelompok pembunuh bayaran berilmu tinggi.

Dokumen itu juga memuat nama pejabat tinggi, aparat, pengusaha, dan tokoh berpengaruh yang selama ini hidup di balik topeng kehormatan. Tetapi ketika Aria hampir mendapatkan dokumen itu, selalu ada pihak yang lebih dulu mengetahui langkahnya. Muncul dugaan adanya pengkianat di dalam tim mereka.

Baca Juga:  Nobar Piala Dunia Makin Meriah! Samsat Keliling, SIM Keliling hingga Sosialisasi Pilkades Serentak 2026 Ramaikan Pendopo Kecamatan Ulujami

Langkah Aria, Arini dan Aning nyaris terhenti oleh konspirasi jahat. Dokter Bambang tiba-tiba menghilang. Hasil autopsinya dinyatakan palsu. Laboratorium forensik mengaku tak pernah mengeluarkan laporan asli. Rekaman CCTV menunjukkan seseorang berpakaian seperti Bambang memasuki ruang penyimpanan barang bukti.

Sementara itu Gugun Gunawan, mantan preman yang membisiki nama Umar Khartayam kepada Aria diculik. Gugun dipaksa memilih, menghabisi Aria atau keluarganya dihabisi.

Dalam kondisi terdesak Gugun akhirnya membuka jati diri bahwa dialah pewaris Ilmu Keris yang selama ini bersembunyi sebagai penjual nasi goreng, sekaligus pemegang daftar hitam para penerima aliran dana Barnowo.

Gugun membunuh semua preman berilmu tinggi yang hendak menghabisi keluarganya, sebelum memberikan daftar hitam para pejabat yang menerima aliran dana pembalak Barnowo kepada Aria. Informasi itu membawa Aria dan Arini menuju sebuah gudang kayu di pedalaman hutan. Ternyata lokasi tersebut sudah dikosongkan.

Sejak saat itu pertarungan berubah. Bukan lagi sekadar memburu mafia kayu.
Melainkan perang diam-diam antara para pewaris ilmu kuno yang selama ratusan tahun menyusup ke berbagai lembaga negara.

Di balik kepolisian ada pejabat yang mengendalikan intelijen. Di balik kejaksaan ada pejabat yang mengatur alur perkara. Di balik media ada redaktur yang membentuk opini publik. Di balik dunia bisnis ada pengusaha yang menguasai sumber daya alam.

Subangkit hanyalah satu bidak. Umar Kartayam pun ternyata bukan pembunuh tanpa hati. Ia terikat sumpah leluhur untuk melindungi keluarga Subangkit, karena keluarganya pernah ditolong Subangkit.

Selama bertahun-tahun ia membunuh bukan demi kekuasaan, melainkan demi menunaikan janji darah yang tak boleh diingkari. Konflik batin Umar semakin besar ketika mengetahui bahwa Subangkit justru berniat menghabisinya karena tahu banyak soal rahasia kejahatan Subangkit.

Baca Juga:  Anggarkan 1,5 Miliar Atasi Banjir, Pemkab Karawang Sidak Drainase

Sementara itu berkat bantuan Umar, dokter Bambang berhasil selamat diri sekapan Subangkit. Ia membawa sebuah fakta yang mengubah arah penyelidikan. Darmawan ternyata korban konspirasi penguasa bernama Barnowo, atasan Subangkit.

Target utama Barnowo sebenarnya adalah seorang negarawan sepuh yang menyimpan separuh peta menuju naskah kuno bernama Kitab Langit Kelima, manuskrip yang dipercaya mampu menyatukan Empat Langit yakni Naga, Harimau, Rajawali dan Keris menjadi satu kekuatan tak tertandingi.

Sebelumnya empat langit itu dimiliki empat orang pewaris. Namun semua telah dibunuh oleh Barnowo, mereka termasuk ayahanda Umar, Arini dan Gugun. Barnowo sendiri sebenarnya penyandang dana. Dalang sesungguhnya adalah sosok misterius bernama Wan Tanamera, pengusaha kaya raya yang dikenal dengan sebutan Tuan Penguasa.

Tak seorang pun mengetahui wajahnya. Tak seorang pun tahu dari garis keturunan mana ia berasal. Bahkan para pewaris mengira ia telah mati puluhan tahun lalu.

Di babak akhir terungkap kenyataan yang paling mengejutkan. Investigasi Aria justru mengarah ke kantor redaksinya, bahwa otak dibalik kekacauan yang terjadi ternyata CEO Perusahaan Media tempat dia bekerja, pengusaha yang selama ini disebut sebagai Tuan Penguasa.

Lantas bagaimana reaksi Aria setelah tahu penjahat terbesarnya ternyata bosnya sendiri? Mampukah empat langit yang sudah bergabung mengalahkan Tuan Penguasa? Lantas, bagaimana Pewaris Langit Terakhir, akankah benar-benar muncul? Ikuti kisahnya dalam Pewaris Langit Terakhir. (*)