Karawang, MEDIASERUNI.ID – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan (DPKPP) Karawang berkomitmen mengawal program swasembada pangan nasional. Pada 2026, Karawang menargetkan produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 1.418.000 ton lewat pengawasan penuh di seluruh rantai produksi pertanian.
Komitmen ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan swasembada pangan yang diresmikan pemerintah pusat dan daerah pada awal Januari 2026.
Untuk mengejar target tersebut, DPKPP menggandeng sejumlah pihak lintas sektor, mulai dari TNI Angkatan Darat (Kodim, Danramil, dan Babinsa), Kementerian Pertanian, Perum Jasa Tirta II (PJT II), hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Kepala Bidang Sarana Pertanian DPKPP Karawang, Mahmud, menjelaskan pihaknya mengawal penuh proses produksi mulai dari persiapan olah tanah, penyaluran benih, budi daya, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (POPT), hingga penanganan pascapanen di 30 kecamatan Sekarawang.
“Sedari awal kami telah dikawal oleh TNI, mulai dari Kodim, Danramil, dan Babinsa beserta jajarannya,” kata Mahmud, Senin 3 Agustus 2026. Sebagai langkah konkret percepatan, DPKPP memprioritaskan ketercapaian Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditargetkan menembus 20.940 hektare pada Agustus 2026.
“Fokus utama program swasembada tahun ini ĺkomoditas padi, di samping jagung hibrida yang digarap lewat kerja sama dengan Polres Karawang dan jajaran Polri,” sebut Mahfud. Guna menjaga kestabilan pasokan air ke areal persawahan, pemerintah juga mengoperasikan program Irigasi Perpompaan (Irpom).
Mahmud mencontohkan penerapannya di wilayah Karawang Timur, di mana pihaknya mendorong penyaluran tiga unit pompa berkapasitas 3 inci dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian. “Ada juga fasilitas peminjaman pompa 3 inci untuk menjangkau kawasan sawah di ujung saluran tersier yang kekurangan air,” ujarnya.
Dari sisi capaian, Mahmud menyebut produksi padi Karawang menunjukkan tren positif. Pada 2025, realisasi produksi padi tercatat mencapai 1.438.000 ton, melampaui target awal sebesar 1.411.000 ton, dengan rata-rata produktivitas 5 hingga 6 ton per hektare.
Ia menegaskan pencapaian target 2026 membutuhkan sinergi solid antar-pemangku kepentingan, mulai dari antarbidang di internal DPKPP, UPTD di 30 kecamatan, penyuluh pertanian, petugas POPT, PJT II, hingga BBWS. “Perlu kerja sama solid antar-stakeholder, antarbidang, UPTD di 30 kecamatan, penyuluh, petugas POPT, PJT II, dan BBWS,” katanya.
Ia berharap target LTT 20.940 hektare pada Agustus 2026 serta target produksi tahunan GKP sebesar 1.418.000 ton dapat tercapai sesuai rencana. (Damar)

