Jabar, MEDIASERUNI.ID – Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) dan Sarasehan Nasional yang akan digelar pada 30 Juni 2026.

Kegiatan berskala nasional tersebut dijadwalkan dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., para direktur di lingkungan Kementerian Agama RI, tokoh pendidikan, akademisi, pemerintah daerah, serta perwakilan guru dan tenaga kependidikan madrasah dari berbagai daerah di Indonesia.

Peringatan Harlah ke-5 PGMNI menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi nasional dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, profesionalisme, dan perlindungan bagi guru serta tenaga kependidikan madrasah.

Ketua Umum Pengurus Besar Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PB PGMNI), Heri Purnama, mengatakan bahwa Harlah dan Sarasehan Nasional merupakan agenda strategis organisasi yang memiliki makna penting dalam memperkuat posisi guru dan tenaga kependidikan madrasah sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Harlah dan Sarasehan Nasional ini bukan sekadar peringatan hari lahir organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi nasional sekaligus menguatkan ruh perjuangan guru dan tenaga kependidikan madrasah agar semakin sejahtera, profesional, dan bermartabat,” ujar Heri Purnama.

Menurutnya, selama lima tahun perjalanan organisasi, PGMNI terus berupaya menjadi wadah perjuangan yang konsisten menyuarakan aspirasi guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Berbagai isu yang berkaitan dengan kesejahteraan, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, pengembangan karier, hingga penguatan kualitas pendidikan madrasah menjadi fokus perhatian organisasi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sarasehan Nasional akan menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kebijakan, akademisi, organisasi profesi, dan insan pendidikan madrasah untuk membahas berbagai isu penting terkait masa depan pendidikan madrasah di Indonesia.

Sarasehan Nasional akan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dan representatif di bidang pendidikan Islam dan pendidikan madrasah. Di antaranya Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Fesal Musaad, M.Pd.

Kemudian, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., serta Direktur Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama RI, Dr. H. Munir, M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Konfederasi Organisasi Profesi Guru Madrasah Indonesia.

Baca Juga:  Yuuk Kenalan dengan Om Badut, Sejarahnya Ternyata Begini

Para narasumber akan mengupas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kualitas guru dan tenaga kependidikan madrasah, peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme pendidik, pengembangan karier dan kompetensi guru, transformasi digital pendidikan, tata kelola kelembagaan madrasah, hingga arah kebijakan pendidikan keagamaan dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Heri Purnama menegaskan bahwa kehadiran para narasumber yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam merumuskan maupun mengimplementasikan kebijakan pendidikan akan memberikan perspektif yang komprehensif bagi para peserta sarasehan.

“Kami berharap Sarasehan Nasional ini menjadi ruang dialog yang produktif, konstruktif, dan solutif. Forum ini diharapkan mampu mempertemukan berbagai gagasan dan aspirasi dari para pelaku pendidikan madrasah dengan arah kebijakan pemerintah, sehingga dapat melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan madrasah nasional,” katanya.

Selain menjadi forum silaturahmi nasional keluarga besar madrasah, Sarasehan Nasional PGMNI juga diarahkan sebagai ruang strategis untuk merumuskan berbagai gagasan dan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada penguatan ekosistem pendidikan madrasah.

Berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian guru dan tenaga kependidikan madrasah akan dibahas secara komprehensif bersama para pemangku kebijakan guna menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI bersama para direktur di lingkungan Kementerian Agama RI diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Momentum ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan madrasah yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Heri Purnama menegaskan bahwa madrasah memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta nilai-nilai keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia madrasah harus menjadi agenda bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:  DPD Partai NasDem Kota Cimahi Bagikan Takjil Gratis untuk Pengguna Jalan

“Guru dan tenaga kependidikan madrasah merupakan ujung tombak kemajuan pendidikan. Ketika kesejahteraan, kompetensi, dan perlindungan profesi mereka semakin baik, maka kualitas layanan pendidikan juga akan meningkat. Karena itu, perjuangan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka harus terus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya kepada Mediaseruni, Selasa16 Juni 2026.

Menurut Heri, dalam usia yang ke-5 tahun, PGMNI akan terus hadir sebagai rumah perjuangan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah. Organisasi yang dipimpinnya berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi, memperjuangkan kesejahteraan, memperkuat profesionalisme, serta membangun kolaborasi yang konstruktif dengan pemerintah demi kemajuan pendidikan madrasah Indonesia.

Melalui peringatan Harlah ke-5 dan Sarasehan Nasional ini, PGMNI berharap terbangun kesamaan visi dan langkah di antara seluruh elemen pendidikan madrasah. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, madrasah diharapkan semakin mampu menjawab tantangan zaman serta berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, para direktur di lingkungan Kementerian Agama, tokoh pendidikan nasional, akademisi, serta perwakilan guru dan tenaga kependidikan madrasah dari berbagai daerah.

Harlah ke-5 PGMNI dan Sarasehan Nasional di Kabupaten Kuningan diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi perjuangan, mempererat kolaborasi, serta melahirkan rekomendasi strategis bagi kemajuan pendidikan madrasah Indonesia. (Dadan)