Bandung, MEDIASERUNI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana merestrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan menggabungkan beberapa dinas menjadi satu kesatuan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, langkah penyederhanaan struktur ini dilakukan demi efisiensi anggaran daerah agar alokasi belanja dapat dialihkan ke program prioritas.
“Ya, efisiensi. Agar strukturnya sedikit tapi fungsinya banyak,” ujar Gubernur Dedi usai Rapat Paripurna DPRD Jabar, Jumat 11 September 2026.
Menurut Dedi, penggabungan OPD akan memangkas belanja rutin pemerintah, seperti biaya operasional kantor, perjalanan dinas, hingga anggaran Alat Tulis Kantor (ATK).
Dengan penghematan tersebut, alokasi APBD Pemprov Jabar nantinya difokuskan pada sektor pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Alokasi pembiayaan Pemprov Jabar akan lebih besar untuk kepentingan pembangunan, terutama layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” tegas Dedi.
Daftar OPD yang akan Digabung
Beberapa instansi yang masuk dalam wacana penyatuan atau penambahan fungsi meliputi:
-
Bappeda digabung dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
- Dinas Lingkungan Hidup ditambah fungsi Tata Ruang
-
Dinas Koperasi disatukan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
-
DP3AKB disatukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
-
Dinas Sumber Daya Air digabung dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang
-
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan digabung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga
Penyederhanaan struktur ini direncanakan mulai berlaku efektif pada tahun anggaran mendatang. (*)

