MEDIASERUNI – Cengeng, kerap disebut begitu bagi anak yang suka menangis. Sebetulnya hal yang wajar, terlebih bagi anak perempuan, karena hormon yang dimiliki anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki.

Jadi tidak usah dicemaskan kalau anak perempuan kita di rumah suka menangis. Jangankan anak-anak, ibunya pun terkadang masih suka menangis untuk melepaskan beban pikiran yang terlalu berat.

Sejumlah penelitian menyebut, kaum lelaki memikiki hormon bernama testosteron. Horman ini memiliki efek menghalangi keluarnya air mata, sehingga mereka cenderung lebih kuat menahan tangis.

Sedang perempuan memiliki hormon bernama prolaktin yang tinggi. Hormon ini menghadirkan rasa sensitif pada perempuan, dan yang menjadi pemicu perempuan mudah menangis.

Baca Juga:  Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Bali, Apa yang Perlu Kita Ketahui

Selain itu, anak perempuan dan anak laki-laki memiliki perbedaan struktur otak. Seiring dengan perkembangan, perbedaan ini dapat memengaruhi emosi dan perilaku.

Anak perempuan cenderung lebih emosional karena struktur otaknya yang berbeda. Ini dapat menyebabkan mereka lebih mudah mengekspresikan perasaan dan menangis.

Menangis adalah sarana komunikasi utama sejak lahir. Anak kecil menggunakan tangisan untuk menyampaikan kebutuhan dan perasaan mereka.

Meskipun orang dewasa mungkin tidak selalu memahami penyebabnya, tangisan tetap menjadi cara efektif bagi anak untuk mendapatkan perhatian dan berkomunikasi dengan pengasuhnya.

Baca Juga:  Orang Tua Kecewa Anak Belum Diterima di SMP Negeri, Anggota DPRD Jabar Bilang Begini

Jadi, menangis pada anak perempuan dan anak laki-laki memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda, dan keduanya merupakan bagian normal dari perkembangan anak. (Azhari/Mediaseruni)