Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID -Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Haul Mama Musa Bin Ayah Shaleh, Ma Iyun, serta Ma Ata di Masjid Al-Hidayah, Kampung Pasir Peundeuy Desa Mekarjaya Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, Minggu 28 Juni 2026, dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan penting mengenai pembangunan generasi masa depan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Camat Cihampelas Agus Rudianto, perwakilan Koramil 0908/Cililin, Kepala Desa Mekarjaya, para pengurus MUI tingkat desa se-Kecamatan Cihampelas, para tokoh agama dan ulama dari dalam maupun luar Kecamatan Cihampelas, masyarakat sekitar, serta keluarga besar almarhum dari wilayah Rongga dan Pasir Peundeuy.
Dalam sambutannya, Camat Cihampelas Agus Rudianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai keagamaan, sosial, dan budaya tersebut.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam dan haul para sesepuh merupakan momentum yang sangat penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, serta meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar, membawa keberkahan, serta semakin mempererat silaturahmi di antara masyarakat,” ujar Agus Rudianto.
Ia menegaskan bahwa kegiatan haul tidak hanya menjadi sarana mengenang jasa dan keteladanan para sesepuh, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam budaya Sunda dikenal ungkapan “ulah pareumeun obor”, yang mengandung makna agar semangat perjuangan, ilmu, dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para pendahulu tidak padam oleh perkembangan zaman.
“Jangan sampai pareumeun obor. Apa yang telah diwariskan para sesepuh harus terus dijaga dan dilanjutkan. Nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial harus tetap hidup di tengah masyarakat sebagai bekal bagi generasi penerus,” tuturnya.
Selain menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan meneladani para ulama terdahulu, Camat Cihampelas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, khususnya penanganan stunting di wilayah Kecamatan Cihampelas.
Menurutnya, stunting merupakan persoalan yang memerlukan perhatian dan keterlibatan bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, para ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kita harus menyiapkan generasi yang lebih baik dari generasi kita saat ini. Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi semua pihak,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Agus Rudianto juga menyoroti pentingnya pembinaan dan edukasi terkait pernikahan dini. Ia mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua untuk terus memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pendidikan, kesiapan mental, dan perencanaan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, diharapkan berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara lebih efektif, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing di masa mendatang.
Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Haul Mama Musa Bin Ayah Shaleh, Ma Iyun, serta Ma Ata berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diakhiri dengan doa bersama.
Selain menjadi sarana refleksi spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan umat, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Kecamatan Cihampelas yang religius, harmonis, dan maju. (Dadan)
