Bandung, MEDIASERUNI.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa penguatan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) kini harus berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar urusan administratif.
Hal itu perlu dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sebagai upaya memperkuat tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan birokrasi.
Demikian Sekda Herman saat menghadiri Rapat Koordinasi Kepegawaian Wilayah Kerja Kantor Regional III Tahun 2026 di Kantor Regional III BKN Kota Bandung.
Herman menekankan pentingnya para ASN untuk keluar dari zona nyaman dan siap bersaing meningkatkan kompetensi. Menurutnya, ASN memegang peran kunci dalam menjalankan tiga fungsi utama pemerintah.
Tiga fungsi utama tersebut yakni Pembangunan (Development) untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Pemberdayaan (Empowerment) guna mendorong kemandirian warga dan Pelayanan Publik (Public Services) yakni menjamin keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Salah satu yang paling fundamental, pembangunan agar rakyat sejahtera. ASN harus mengambil peran, tidak lagi orientasi ke administrasi, harus ke eksekusi. Tidak lagi hanya ke proses, harus ke outcome, benefit, impact,” ujar Sekda Herman.
Untuk menunjang efektivitas kinerja birokrasi di lapangan, Pemdaprov Jabar memanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Satu Data Jawa Barat (Sada Jabar). Platform ini dirancang untuk mempermudah pemetaan serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara presisi berbasis data.
Senada itu, Kepala Kantor Regional III BKN, Wahyu, menyampaikan bahwa koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas manajemen ASN di wilayah Jawa Barat dan Banten. “Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan birokrasi yang lebih produktif dan responsif,” katanyaa.
Mengusung semangat “ASN Bergerak, Manajemen Talenta Menguat, Asta Cita Berdampak”, transformasi ini diharapkan mampu mencetak aparatur negara yang siap menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. (*)

