Sumedang, MEDIASERUNI.ID – Arak – arakan Mahkota Binokasihi sarat simbol kebesaran peninggalan sejarah yang penuh makna, sekaligus menjadi daya tarik budaya, yang bisa disaksikan warga di Kabupaten Sumedang, pada Sabtu 2 Mei 2026.

Mahkota Binokasih dikenal sebagai pusaka istimewa. Selain terbuat dari emas, mahkota ini menyimpan filosofi kehidupan adiluhung yang diwariskan secara turun-temurun.

Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Luky Djohari Soemawilaya, menjelaskan makna tersebut tercermin dari nama dan bentuk mahkota.

Baca Juga:  Asep Mulyana Terpilih Aklamasi Ketua Komunitas Asep Asep Karawang

“Nama lengkapnya Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sementara Sanghyang Pake dimaknai sebagai nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Radya, Kamis 30 April 2026.

Menurut Luky, kasih sayang menjadi dasar dalam bertindak. Nilai ini melahirkan sikap gotong royong, toleransi, musyawarah, serta kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dari sisi bentuk, mahkota memiliki tiga susunan yang melambangkan konsep Sunda Tritangtu, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh. Konsep tersebut mengajarkan pentingnya saling berbagi ilmu, menyayangi, dan membimbing antar sesama,” tambah Luky.

Baca Juga:  Menhan Serahkan 700 Unit Ransus Maung Di Bandung

Selain itu, ornamen bunga wijaya kusuma dan burung julang pada mahkota mencerminkan kesetiaan, ketulusan, serta kekuatan niat.

Melalui kirab ini, nilai-nilai luhur Mahkota Binokasih diharapkan terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat lintas generasi. (*)