Bandung Barat, MEDIASERUNI.ID – Kegiatan penyuluhan bertani yang digelar Sabtu, 25 April 2026, di Saung Edukasi dekat bantaran Saguling RW 05 Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung lancar, hangat, dan penuh antusiasme.
Acara ini diikuti 12 peserta didominasi ibu-ibu kader RW 05. Sejak awal kegiatan, suasana terasa hidup dan dinamis. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang intens antara peserta dan narasumber.
Hadir sebagai narasumber, Agus Samanhudi dan Usep Supriadi dari Yayasan Barokah Rancage Cihampelas memberikan pemaparan komprehensif mengenai dasar-dasar bertani. Mereka menekankan empat unsur penting dalam pertanian, yaitu tanah, bibit, pupuk, dan pestisida.
Dalam pemaparannya, Agus Samanhudi menjelaskan ciri-ciri tanah yang subur, di antaranya terdapat rumput yang tumbuh alami, adanya cacing tanah, mikroorganisme, serta pengurai alami.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa tanah memiliki kandungan unsur hara yang baik dan siap digunakan untuk bercocok tanam. Sementara itu, Usep Supriadi menegaskan pentingnya penggunaan pupuk alami dalam proses bertani.
“Pupuk sebaiknya berasal dari bahan alami agar hasil pertanian sesuai harapan. Misalnya dari eceng gondok, pupuk kandang, atau sampah organik seperti sisa makanan,” ujarnya.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung berupa pelatihan cara menanam bibit menggunakan media polybag. Metode ini dinilai sangat cocok diterapkan di lingkungan rumah dengan lahan terbatas.
Relawan Inspirasi Rumah Zakat sekaligus Ketua Yayasan Barokah Rancage Cihampelas, Aam Aminudin, menyampaikan keterampilan bertani dapat menjadi solusi memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Dengan memanfaatkan halaman rumah, kita bisa menanam sendiri kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Adapun jenis tanaman yang direkomendasikan untuk ditanam di pekarangan rumah antara lain seledri, kangkung, cabai (cengek), dan pakcoy. Selain mudah ditanam, tanaman tersebut juga mendukung upaya penguatan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pertanian skala rumah tangga. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikannya secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan makan bersama nasi liwet yang berlangsung penuh keakraban. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize yang menambah semangat dan kebahagiaan para peserta.
Melalui kegiatan ini, semangat bertani diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (Dadan)

